Rusia Uji Coba Vaksin Covid-19 Berbentuk Semprotan Hidung

katadata.co.id | Global | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:04
Rusia Uji Coba Vaksin Covid-19 Berbentuk Semprotan Hidung

Kementerian Kesehatan Rusia mengeluarkan izin uji coba fase dua untuk vaksin Sputnik V yang berbentuk semprotan hidung.

Vaksin Sputnik V sebenarnya sudah dikembangkan sejak tahun lalu. Namun, program vaksinasi di negara tersebut berjalan lamban karena banyak warga Rusia yang enggan divaksin. Menurut kantor berita TASS, vaksin ini terdiri dari dua dosis dan akan diuji di pangkalan pusat penelitian ilmiah Eco-Safety di St. Petersburg. Sebanyak 500 sukarelawan usia dewasa akan berpartisipasi. Otoritas setempat punya waktu hingga 31 September 2023 untuk melakukan uji coba.

"Sertifikasi semprotan diharapkan bisa diperoleh pada 2022, kata Direktur Pusat Penelitian Nasional Gamaleya Alexander Gintsburg, dikutip dari TASS News , Kamis (14/10).

Pada Selasa (12/10), Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia perlu mempercepat kampanye vaksinasi Covid-19. Pasalnya, angka kematian di negara itu terus meroket hingga menembus rekor kematian tertinggi dalam satu hari sejak awal pandemi.

Sementara pada Juni lalu, pihak berwenang Rusia menyatakan bahwa vaksin semprot hidung yang cocok untuk anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun telah diuji. Rencananya, otoritas akan meluncurkan produk baru pada September.

Mengutip World O Meters, pada Rabu (13/10), Rusia mencatat 28,190 kasus baru dan 973 kematian. Hingga saat ini, total kasus Covid-19 secara nasional di Rusia mencapai 7,832,964 kasus dengan 218,345 kematian.

Sebelumnya, Thailand juga sudah lebih dulu menyatakan kesiapannya untuk mencoba vaksin dengan cara semprot di hidung pada akhir tahun. Uji coba kepada manusia akan dilakukan setelah negara tersebut memperoleh hasil yang menjanjikan dari uji coba ke tikus.

Dilansir dari Reuters, wakil Juru Bicara Pemerintah Ratchada Thanadirek menyatakan dua vaksin corona yang diberikan dengan semprotan hidung saat ini masih dikembangkan oleh Pusat Nasional untuk Rekayasa Genetika dan Bioteknologi. Vaksin itu didasarkan pada adenovirus dan influenza.

Usai uji coba pada tikus, tahap pertama uji coba pada manusia akan dimulai akhir tahun ini, setelah mendapat persetujuan dari regulator obat dan makanan setempat. Ratchada menyebut, uji coba tersebut juga akan menguji keampuhannya dalam melindungi dari varian Delta.

Kemudian, uji coba dilanjutkan dengan tahap kedua di mana jatuh temponya pada Maret tahun depan. Apabila hasilnya bagus, kami akan menyiapkan target produksi untuk penggunaan yang lebih luas pada pertengahan 2022, kata Ratcahda dikutip dari Reuters, Kamis (12/8).

Artikel Asli