WHO: Tren Penurunan Kematian Terkait Covid-19 Berlanjut

republika | Global | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:07
WHO: Tren Penurunan Kematian Terkait Covid-19 Berlanjut

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA - Jumlah kematian mingguan yang dilaporkan akibat Covid-19 terus menurun di seluruh dunia dan sekarang berada pada level terendah dalam hampir satu tahun, kata kepala Organisasi Kesehatan Dunia pada Rabu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus pada webinar Covid-19 mengatakan bahwa masih ada tiga negara di dunia yang belum mulai memvaksinasi rakyatnya: Burundi, Eritrea, dan Korea Utara.

Tedros mengatakan bahwa meski ada penurunan kematian mingguan akibat virus korona, jumlah korban "masih pada tingkat yang sangat tinggi - hampir 50.000 kematian seminggu, dan jumlah sebenarnya tentu lebih tinggi."

Dia mengatakan kematian menurun di setiap wilayah kecuali Eropa, di mana beberapa negara menghadapi gelombang kasus dan kematian baru. Dan tentu saja, kematian tertinggi di negara-negara dan populasi yang paling sedikit mengakses vaksin.

Kepala WHO mengatakan 56 negara yang dikeluarkan dari pasar vaksin global tidak dapat mencapai target vaksinasi 10 persen dari populasi mereka pada akhir September dan kebanyakan dari mereka negara di Afrika.

Negara berisiko

Bahkan lebih banyak negara yang masih berisiko kehilangan target 40 persen pada akhir tahun ini, kata Tedros.

Sekitar setengah dari negara yang tersisa terbatas oleh pasokan. Mereka memiliki program vaksinasi yang sedang berjalan tetapi tidak memiliki persediaan yang cukup untuk mencapai target, imbuh dia.

Dia menyerukan negara dan perusahaan Vaksin untuk mengontrol pasokan vaksin global untuk memprioritaskan pasokan untuk COVAX dan AVAT.

COVAX inisiatif dipimpin bersama oleh Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), Gavi , aliansi vaksin dunia, dan WHO, dengan mitra pengirimannya UNICEF untuk mempercepat pengembangan dan pembuatan vaksin Covid-19 yang adil dan merata. Sementara AVAT adalah Tim Tugas AkuisisiVaksinCovid-19 Afrika.

Artikel Asli