Pertemuan Tatap Muka Di Qatar Kata Taliban, AS Mau Kirim Vaksin Covid Dan Bantuan Kemanusiaan

rm.id | Global | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 06:34
Pertemuan Tatap Muka Di Qatar Kata Taliban, AS Mau Kirim Vaksin Covid Dan Bantuan Kemanusiaan

Pejabat AS dilaporkan menggelar pertemuan tatap muka dengan Taliban yang kini menguasai Afghanistan, Sabtu (9/10).

Ini adalah pertemuan tatap muka pertama, sejak Washington menarik pasukannya dari Afghanistan pada Agustus lalu.

Pembicaraan yang digelar di Qatar itu fokus pada sejumlah isu. Termasuk hal-hal yang terkait kelompok ekstrimis, evakuasi warga AS, dan bantuan kemanusiaan.

Pertemuan yang tak bertujuan mengakui kedaulatan Taliban ini terjadi, sehari setelah Afghanistan mengalami serangan paling mematikan sejak penarikan tentara AS.

Yakni bom bunuh diri di masjid wilayah utara Kunduz pada Jumat (8/10), yang menewaskan sedikitnya 50 orang dan mengakibatkan lebih dari 100 orang luka-luka.

"Pertemuan ini tidak memberikan legitimasi terhadap pemerintahan Taliban. Kami hanya ingin membahas keterlibatan Taliban terhadap berbagai masalah kepentingan nasional," jelas pejabat AS seperti dikutip BBC, Minggu (10/10).

Usai pertemuan di Qatar, Menteri Luar Negeri pemerintahan Taliban Amir Khan Muttaqi mengatakan, kedua pihak sepakat menegakkan Perjanjian Doha yang diteken pada 2020.

Kesepakatan itu mencakup kewajiban luas pada Taliban untuk mengambil langkah-langkah pencegahan munculnya berbagai kelompok seperti al-Qaeda, yangmengancam keamanan AS dan sekutunya.

Muttaqi juga mengaku, Taliban akan segera mendapat kiriman vaksin Covid dan bantuan kemanusiaan dari AS.

Sejauh ini, AS belum memberikan penjelasannya terkait pertemuan dengan Taliban.

Namun, seorang Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS sebelumnya mengatakan, para pejabat akan menggunakan pertemuan itu untuk menekan Taliban. Agar menghormati hak-hak perempuan, membentuk pemerintahan yang inklusif, dan mengizinkan badan-badan kemanusiaan untuk beroperasi.

Rencananya, pertemuan akan berlanjutpada hari ini, Minggu (10/10).

Kepada pers, Muttaqi mengatakan, kelompok Islam ingin meningkatkan hubungan dengan masyarakat internasional. Namun, ia tak ingin ada yang mengganggu kebijakan internal negara mana pun.

Sementara pembicaraan berlangsung di Ibu Kota Qatar, Doha, upacara pemakaman korban serangan bom bunuh diri di masjid Kunduz digelar.

"Kami mengubur mayat bersebelahan, karena kami tidak punya pilihan. Kami harus menyiapkan kuburan massal," kata seorang pelayat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, aksi bom bunuh diri di masjid Kunduz pada Jumat (8/10) adalah serangan mematikan ketiga pekan ini, yang tampaknya menargetkan lembaga keagamaan.

Serangan itu dinilai sebagai pola kekerasan yang mengganggu. [HES]

Artikel Asli