Dubes Jenkins Kembali Tegaskan AUKUS Untuk Stabilitas Indo-Pasofik

Global | rm.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 14:50
Dubes Jenkins Kembali Tegaskan AUKUS Untuk Stabilitas Indo-Pasofik

Inggris kembali menegaskan bahwa kesepakatan trilateral antara Inggris dengan Amerika Serikat dan Australia, AUKUS, tidak melanggar Traktat Non-Proliferasi Nuklir.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengatakan bahwa AUKUS hanya dibentuk demi mendorong stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

AUKUS menjadi sorotan karena salah satu poinnya adalah skema pengembangan kapal selam bertenaga nuklir dari AS dan Inggris kepada Australia. Kehadiran kapal selam ini dipandang sebagai pelanggaran terhadap komitmen non-proliferasi nuklir di kawasan.

"Kami telah menandatangani kesepakatan ini karena kami percaya kesepakatan ini akan menyediakan kemampuan yang akan mendorong stabilitas dan keamanan di Kawasan Indo-Pasifik, yang menjadi dasar kesejahteraan di kawasan," tegas Dubes Jenkins dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Inggris, Selasa (5/10).

Dubes Jenkins mengatakan, dengan dimulainya kolaborasi ini, Inggris, dan saya juga mengetahui bahwa mitra AS dan Australia, menjalankan kewajiban kami di bawah Traktat Non-Proliferasi Nuklir dengan sangat serius.

Ia meyakini Australia berkomitmen untuk mematuhi standar tertinggi dalam tindakan pengamanan, transparansi, verifikasi, dan akuntansi untuk memastikan keselamatan dan keamanan bahan nuklir.

Dubes Jenkins menegaskan Inggris dan AS tidak akan memulai kemitraan AUKUS tanpa adanya komitmen tersebut. Ia menyebut kemitraan AUKUS hanyalah salah satu bagian dari upaya bersama dalam mempertahankan fondasi kesejahteraan Indo-Pasifik.

Untuk memastikan kemakmuran dan keamanan bersama di kawasan kritis ini, lanjut Dubes Jenkins, Inggris harus membuat komitmen jangka panjang untuk Indo-Pasifik.

"Sama halnya dengan Strategi Indo-Pasifikyang merupakan komitmen jangka panjang Inggris untuk terlibat dan mendukung keamanan, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan inklusif. Kemitraan bilateral yang kuat akan menjadi inti dari komitmen ini seperti kemitraan yang kuat dan terus berkembang antara Inggris dengan Indonesia," ungkapnya. [ DAY ]

Artikel Asli