Lautnya Diterobos Malaysia Galak Ke China

Global | rm.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 07:30
Lautnya Diterobos Malaysia Galak Ke China

Gara-gara lautnya diterobos, Malaysia marah ke China. Malaysia langsung memanggil Duta Besar China dan melayangkan protes keras.

Kementerian Luar Negeri Malaysia melaporkan, pemanggilan Dubes China Ouyang Yujing itu, berlangsung pada Senin lalu. Yujing dipanggil untuk menyampaikan protes keras Malaysia atas aktivitas kapal-kapal China, termasuk kapal survei di Zona Ekonomi Eksklusif Malaysia. Tepatnya, di lepas pantai negara bagian Sabah dan Serawak. Negeri Upin-Ipin itu menuduh China melanggar hukum lokal dan internasional.

Posisi dan tindakan Malaysia membela kedaulatan dan hak berdaulat kami di perairan kami didasarkan pada hukum internasional, ujar Kemenlu Malaysia seperti dikutip Reuters , kemarin.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ismail Sabri Yaakob mengatakan, Malaysia tidak akan berkompromi dengan siapapun yang berusaha mengganggu kedaulatan negaranya. Ia juga menambahkan, Malaysia telah memperkuat keamanannya dari potensi ancaman yang timbul di wilayah Laut China Selatan (LCS).

Tentunya pemerintah sudah lama memperhatikan keamanan dan pertahanannya. Bahkan anggaran kita tahun lalu meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena kedaulatan negara tidak bisa dikompromikan, katanya.

Pekan lalu, media melaporkan kapal survei China berada di perairan Malaysia di lepas pantai Sabah, dekat kapal yang ditugaskan oleh perusahaan energi Malaysia, Petronas.

Bukan kali ini, hubungan Malaysia dan China memanas gara-gara soal Laut China Selatan. Tahun lalu, kapal survei China lainnya membututi selama sebulan kapal eksplorasi minyak yang dikontrak oleh Petronas di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Malaysia. China kemudian mengatakan, kapal itu melakukan aktivitas normal.

Bagaimana tanggapan China? Negeri tirai bambu itu belum memberikan komentar terkait protes Malaysia tersebut. Namun dalam berbagai pernyataan, China mengklaim sekitar 90 persen dari Laut China Selatan adalah milkiknya, atau mengacu pada sembilan garis putus-putus.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah meningkatkan aktivitasnya di Laut China Selatan, membangun pulau-pulau buatan, mendirikan sejumlah pos militer terdepan, dan mengerahkan armada kapal dari milisi maritimnya. Aktifitas dan klaim tersebut telah menimbulkan ketegangan politik dunia.

Menurut Inisiatif Transparansi Maritim Asia, China memiliki 27 pos terdepan di Laut China Selatan dan juga mengendalikan Scarborough Shoal, yang direbutnya dari Filipina pada 2012.

LCS merupakan jalur penting untuk sebagian besarkomersial dunia dengan beberapa negara terletak di bibir lautan itu seperti Brunei, Kamboja,China, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Lautan itu diyakini sebagai lautan yang kaya hasil alam, terutama migas dan ikan. [BCG]

Artikel Asli