Loading...
Loading…
Taliban Bakal Berlakukan Lagi Eksekusi Mati dan Potong Tangan di Depan Umum

Taliban Bakal Berlakukan Lagi Eksekusi Mati dan Potong Tangan di Depan Umum

Global | inewsid | Jumat, 24 September 2021 - 17:04

KABUL, iNews.id Taliban bakal mengembalikan hukuman berat termasuk eksekusi mati dan potong tangan di depan umum sebagai hukuman terhadap pelaku kejahatan di masyarakat. Informasi tersebut diungkapkan oleh salah satu pejabat kelompok itu kepada Associated Press ( AP ).

Sejak menguasai Afghanistan pada 15 Agustus lalu, Taliban berusaha memperbaiki citra garis keras mereka yang pernah mencuat sepanjang era 1996-2001. Pada masa itu, mereka melakukan eksekusi di depan umum. Para laki-laki yang tidak salat di masjid dicambuk, dan pergerakan perempuan setiap hari dibatasi. Taliban juga menegakkan interpretasi dari hukum Islam atau Syariah secara ekstrem.

Kini, pemerintah baru Taliban sebagian besar terdiri dari anggota kelompok senior. Kelompok tersebut membubarkan Kementerian Urusan Perempuan dan membawa kembali Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan atau juga disebut Polisi Moral.

Akan tetapi, Taliban tampaknya tidak banyak mengubah nilai-nilai inti mereka. Seperti yang ditekankan Mullah Nooruddin Turabi dalam sebuah wawancara dengan AP bahwa Taliban akan memberlakukan hukuman yang dianggap pantas terhadap pelaku kejahatan dan menuntut masyarakat internasional untuk tidak ikut campur.

Orang-orang mengkritik kami atas hukuman (eksekusi) di depan publik, padahal kami tidak pernah mengatakan apa pun tentang hukum dan hukuman yang mereka terapkan, ujar Turabi.

Tidak ada yang berhak mengajari kami seperti apa seharusnya hukum kami. Kami akan mengikuti Islam dan kami akan membuat hukum kami berdasarkan Alquran, kata Turabi.

Turabi menjabat kepala Polisi Moral selama era kekuasaan Taliban sebelumnya. Dia mengatakan, pelaku kejahatan pembunuhan akan dihukum dengan eksekusi mati di hadapan publik, yang biasa dijatuhkan oleh Taliban dengan tembakan satu peluru ke kepala. Namun, pilihan tetap ada bagi keluarga korban yang terbunuh untuk memilih menerima diyat atau denda untuk menyelamatkan nyawa si pelaku dari pembunuhan.

Sementara itu, para pencuri akan dihukum dengan potong tangan. Adapun untuk pelaku perampokan di jalan raya, hukumannya adalah potong tangan dan kaki. Pemotongan tangan sangat diperlukan untuk keamanan, karena efek jeranya, kata Turabi.

Dia mengatakan, Taliban di masa kini bakal memiliki hakim untuk mengadili kasus-kasus pidana sebelum memberikan hukuman terhadap pelakunya. Kami berubah dibandingkan dengan masa lalu, katanya.

Menurut Turabi, Taliban sekarang mengizinkan warga menonton televisi, menggunakan ponsel, serta memiliki foto dan video. Karena ini adalah kebutuhan rakyat, dan kami serius tentang hal itu.

Original Source

Topik Menarik