Loading...
Loading…
Jokowi: Kita Harus Susun Mekanisme Baru Kesehartan Dunia

Jokowi: Kita Harus Susun Mekanisme Baru Kesehartan Dunia

Global | okezone | Kamis, 23 September 2021 - 07:28

JAKARTA Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan krisis Covid-19 menunjukkan rapuhnya ketahanan kesehatan global, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Karena itu, arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia harus diperkuat, seperti yang telah dilakukan oleh IMF atau Dana Moneter Internasional di bidang keuangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 22 September 2021, pada acara Global Covid-19 Summit yang digelar secara virtual.

"Kita harus menyusun mekanisme baru penggalangan sumber daya kesehatan dunia, termasuk untuk pembiayaan darurat kesehatan dunia yang antara lain digunakan untuk pembelian vaksin, obat, dan alat kesehatan," ujar Jokowi dilansir dari rilis Biro Pers Sekretariat Presiden.

Menurut Jokowi, standar protokol kesehatan global harus segera disusun agar standar di semua negara bisa sama. Standar tersebut antara lain mengatur tentang perjalanan lintas batas negara.

Di samping itu, Kepala Negara juga menyerukan agar negara berkembang harus diberdayakan menjadi bagian dari solusi. Kapasitas manufaktur lokal harus dibangun agar kebutuhan vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan bisa tersedia secara cepat dan merata di seluruh dunia.

Baca Juga :
Jokowi Singgung Ketimpangan Vaksinasi di Sidang ke-76 Majelis Umum PBB

"Indonesia berkomitmen dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok global," imbuhnya.

Terkait dengan vaksin, Jokowi kembali menegaskan bahwa ketimpangan vaksin antarnegara harus segera diatasi. Melalui Covax Facility, kerja sama berbagi dosis atau dose-sharing dan akses yang merata terhadap vaksin harus ditingkatkan.

Ia juga meminta agar politisasi dan nasionalisme vaksin harus diakhiri. Menurutnya, solidaritas dan kerja sama merupakan kunci agar dunia segera keluar dari pandemi dan segera pulih bersama.

"Sebagai Presiden G20 tahun depan, Indonesia akan berkontribusi pada upaya dunia memperkuat arsitektur ketahanan kesehatan global demi anak cucu kita di masa depan," tandasnya.

Untuk diketahui, pertemuan tingkat tinggi dunia terkait penanganan pandemi Covid-19 tersebut digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Ini merupakan pertemuan kedua yang digagas Presiden Biden setelah Meeting of Major Economic Forum pada 17 September 2021 lalu.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Baca Juga :
Tak Boleh Ada Diskriminasi Vaksin, Jokowi: Pandemi Harus Ditangani dengan Adil dan Merata

Original Source

Topik Menarik

{