Pesawat Militer Rusia Hilang Kontak, Nasib 6 Penumpang Belum Diketahui

inewsid | Global | Published at Rabu, 22 September 2021 - 23:00
Pesawat Militer Rusia Hilang Kontak, Nasib 6 Penumpang Belum Diketahui

MOSKOW, iNews.id Sebuah pesawat angkut militer hilang kontak saat terbang di wilayah Khabarovsk, di Timur Jauh Rusia, Rabu (22/9/2021). Kementerian Darurat Rusia menyatakan, pesawat itu sedang mengangkut enam orang saat sinyalnya lenyap dari radar.

Menurut laporan The Moscow Times , pesawat An-26 itu sedang melakukan penerbangan teknis ketika sistem komunikasinya berhenti mengirim sinyal 38 kilometer dari Bandara Kota Khabarovsk. Sebuah helikopter milik Badan Transportasi Udara Federal Rusia (Rosaviatsia) dan tim penyelamat telah dikerahkan untuk mencari pesawat hilang itu.

Pencarian terkendala oleh kegelapan (malam) dan kondisi cuaca yang tidak menguntungkan, ungkap Kementerian Situasi Darurat Rusia dalam sebuah pernyataan di situs resminya.

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Interfax melaporkan bahwa pesawat itu diyakini jatuh di Cagar Alam Bolshekhekhtsirsky di luar Khabarovsk, saat melakukan penerbangan di ketinggian 600 meter. Sumber itu menjelaskan, pesawat An-26 telah beroperasi sejak 1979 dan digunakan oleh sebuah perusahaan bernama Flight Inspections and Systems sebagai laboratorium udara selama 15 tahun terakhir.

Layanan darurat yang dikutip oleh media mengatakan, An-26 sedianya akan menguji sistem komunikasi selama penerbangan.

An-26 terakhir kali diproduksi pada 1986. Namun, pesawat itu masih digunakan untuk transportasi sipil dan militer di negara-negara bekas Soviet, meskipun memiliki sejarah panjang kecelakaan.

Pada Juli, sebuah pesawat penumpang An-26 yang membawa 28 orang menghilang di Semenanjung Kamchatka yang terpencil yang berdekatan dengan wilayah Khabarovsk. Tim pencari kemudian menemukan puing-puing pesawat. Sementara, jasad korban tidak pernah ditemukan sampai sekarang.

Tiga kecelakaan fatal lainnya baru-baru ini (satu di Kazakhstan dan dua lagi di kalangan militer Rusia) juga melibatkan pesawat An-26.

Artikel Asli