Puluhan Bangkai Penguin Langka Tergeletak di Pantai, Penyebab Kematiannya Bikin Kaget

Global | inewsid | Published at Selasa, 21 September 2021 - 13:33
Puluhan Bangkai Penguin Langka Tergeletak di Pantai, Penyebab Kematiannya Bikin Kaget

PETRORIA, iNews.id - Sebanyak 63 bangkai penguin ditemukan berserakan di Boulders Beach, dekat Cape Town, Afrika Selatan. Penyebab kematian massal ini akibat serangan koloni lebah madu.

Pasca-ditemukan, para ilmuwan berusaha mencari tahu penyebab kematian puluhan burung laut lucu itu. Mereka menduga, hewan yang terancam punah itu keracunan.

Namun dalam pemeriksaan yang lebih detail, diketahui ada sengatan lebah madu di mata burung-burung tersebut.

Dokter hewan David Roberts yang memeriksa burung-burung itu, mengatakan sengatnya sangat kecil. Hal itu sempat membuat para dokter tak menemukannya.

"Kami memeriksa bangkai lainnya lagi dan menemukan sengatan yang masih tertanam di sekitar mata di hampir semua burung. Kami menemukan lebih dari 20 sengatan pada beberapa bangkai," katanya.

Petugas pun lantas memeriksa sekitar lokasi ditemukannya bangkai penguin. Ternyata ditemukan sejumlah besar lebah madu Cape yang mati, spesies asli provinsi Eastern dan Western Cape di Afrika Selatan.

Dilansir dari Daily Star , fakta ini sangat mengejutkan para ahli konservasi. Pasalnya, lebah biasanya tidak menyerang burung.

Mereka menduga, salah satu penguin telah mengganggu koloni, sehingga lebah-lebah itu melakukan serangan balasan.

Dijelaskan, saat seekor lebah melepaskan sengatan, hal itu akan menarik anggota koloni lain untuk bergabung dalam serangan itu.

Jenny Cullinan, dari institut lebah liar Afrika mengatakan, gangguan terhadap koloni akan memicu serangan.

Kematian ini menciptakan kesedihan tersendiri bagi para pemerhati konservasi di Afrika Selatan. Pasalnya, selama ini mereka berjuang melestarikan hewan yang terancam punah tersebut.

Penguin Afrika adalah salah satu spesies burung laut terkecil. Mereka berkembang biak hanya di Afrika Selatan dan negara tetangga, Namibia.

Jumlah mereka mencapai 1,5 juta ekor pada awal abad ke-20. Hitungan terbaru menemukan hanya 2 persen dari populasi yang tersisa dengan 13.300 pasang di Afrika Selatan dan 5.500 lebih banyak di Namibia.

Artikel Asli