Wakil Demokrat Coba Blokir Penjualan Senjata ke Israel

Global | republika | Published at Selasa, 21 September 2021 - 07:45
Wakil Demokrat Coba Blokir Penjualan Senjata ke Israel

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Perwakilan Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez mempresentasikan amandemen Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran pertahanan Amerika Serikat (AS). Jika disetujui, amandemen tersebut akan memblokir transfer Boeing Joint Direct Attack Munitions (JDAM) senilai 735 juta dolar AS ke Israel.

Pemerintahan Presiden Joe Biden menyetujui penjualan senjata yang kontroversial kurang dari seminggu sebelum Israel meluncurkan pengeboman terhadap Gaza pada Mei lalu. Pengeboman ini menewaskan lebih dari 250 orang termasuk wanita dan anak-anak.

Ocasio-Cortez mengatakan, amandemen tersebut terkait dengan pengeboman warga sipil Palestina dan kantor media pada Mei. Hal ini merujuk pada pengeboman sebuah gedung di Gaza, yang menampung kantor Associated Press dan Aljazirah serta unit-unit tempat tinggal.

"Selama beberapa dekade, AS telah menjual miliaran dolar persenjataan ke Israel tanpa pernah mengharuskannya untuk menghormati hak-hak dasar Palestina. Dengan melakukan itu, kami secara langsung berkontribusi pada kematian, pemindahan, dan pencabutan hak jutaan orang, ujar Ocasio-Cortez, dilansir Middle East Monitor , Selasa (21/9).

RUU tersebut diajukan bersama enam amandemen lainnya, termasuk satu amandemen untuk memblokir penjualan senjata ke Arab Saudi. Penangguhan tersebut terkait dengan dugaan keterlibatan Saudi atas pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi pada 2018.

Ocasio-Cortez bersama dengan perwakilan progresif lainnya, termasuk Rashida Tlaib dan Marc Pocan, memperkenalkan resolusi serupa yang menentang penjualan senjata ke Israel awal tahun ini. Mereka sudah lama ingin mengakhiri kebijakan AS tentang penjualan senjata militer tanpa syarat, terutama kepada pemerintah yang telah melanggar hak asasi manusia.

Artikel Asli