Presiden Brasil Bolsonaro Terpaksa Makan Pizza di Trotoar New York karena Dilarang Masuk Restoran

Global | inewsid | Published at Selasa, 21 September 2021 - 05:52
Presiden Brasil Bolsonaro Terpaksa Makan Pizza di Trotoar New York karena Dilarang Masuk Restoran

BRASILIA, iNews.id - Presiden Brasil Jair Bolsonaro terpaksa menyantap pizza di trotoar Kota New York, Amerika Serikat, pada Minggu (19/9/2021) malam waktu setempat. Dia tak bisa masuk restoran-restoran di New York karena belum divaksin Covid-19.

Para pemimpin dunia tiba di New York sejak beberapa hari terakhir untuk mengikuti Sidang Majelis Umum PBB ke-76 yang digelar pekan ini. Bolsonaro merupakan salah satu orang anti-vaksin, sebelum berangkat ke New York dia mengatakan sistem kekebalan tubuhnya cukup kuat menangkal virus corona.

Foto saat Bolsonaro makan pizza di trotoar diunggah ke media sosial oleh menteri yang menemaninya saat itu. Dia ditemani dua menteri mengikuti sidang di New York serta para pengawal Dalam foto tampak Bolsonaro berpenampilan santai mengenakan kemeja tangan panjang yang dilipat.

Para pendukung memuji foto itu sebagai bentuk kesederhanaan sang Presiden yang memilih memakan pizza di pinggir jalan dekat hotel tempatnya menginap di Manhattan.

Keesokan harinya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bertanya kepada Bolsonaro soal sudah atau belum divaksin.

Bolsonaro menjawab dengan lugas, "Tidak, belum."

Wali Kota New York Bill de Blasio sebelumnya juga mengimbau kepada para pemimpin dunia dan delegasi untuk menjalani vaksin sebelum berangkat. Dia bahkan menyebut nama Bolsonaro.

"Termasuk, terutama Bolsonaro, dari Brasil. Jika Anda tidak mau divaksin, tidak perlu repot-repot datang," kata de Blasio, dikutip dari Reuters.

Presiden Majelis Umum PBB Abdulla Shahid juga sudah memberi tahu bahwa vaksinasi Covid-19 tetap berlaku bagi presiden, perdana menteri, dan diplomat dari 193 negara anggota yang hadir, namun mereka tidak diharuskan menunjukkan bukti sudah disuntik.

Tidak semua pemimpin dunia hadir secara fisik di New York, beberapa memilih mengikuti Sidang Majelis Umum PBB melalui konferensi video atau mengirim pernyataan.

Artikel Asli