Loading...
Loading…
30 Tahun Melarikan Diri, Buronan Ini Akhirnya Menyerahkan Diri

30 Tahun Melarikan Diri, Buronan Ini Akhirnya Menyerahkan Diri

Global | okezone | Jumat, 17 September 2021 - 15:18

AUSTRALIA - Seorang buronan yang menghabiskan hampir 30 tahun dalam pelarian setelah melarikan diri dari penjara , yang diduga menggunakan pisau gergaji besi dan pemotong baut, telah menyerahkan diri ke polisi di Australia.

Menurut pernyataan dari Kepolisian New South Wales (NSW), Rabu (15/09), pria itu melarikan diri dari sebuah pusat pemasyarakatan pada malam hari tanggal 31 Juli 1992,

"Pada saat itu, upaya untuk menemukan pria tersebut tidak berhasil," isi pernyataan itu.

Berdasarkan hasil konfirmasi CNN, juru bicara polisi NSW menyebutkan, nama pria itu adalah Darko Desic.

Saat melarikan diri, Desic berusia 35 tahun. Lalu saat dia menyerahkan diri, usianya mencapai 64 tahun. Dia mendatangi Kantor Polisi Dee Why dan menyerahkan dirinya ke polisi pada Minggu (12/9).

Desic kini telah ditangkap dan didakwa melarikan diri dari penahanan yang sah secara hukum.

"Polisi menduga kuat pria itu menggunakan alat termasuk pisau gergaji besi dan pemotong baut untuk membebaskan dirinya dari tahanan penjara pada tahun 1992," bunyi pernyataan kepolisian.

Polisi mengatakan jaminannya secara resmi ditolak dan dia akan muncul di pengadilan lagi pada Selasa (28/9) mendatang.

Dikutip CNN, sejauh ini, perwakilan hokum Desic belum dapat dimintai komentar.

Afiliasi CNN 9News melaporkan Desic telah melarikan diri dari tahanan polisi pada tahun 1992 karena dia tidak ingin dideportasi ke Yugoslavia, yang sedang terlibat dalam perang saudara pada saat itu.

Menurut laporan 9News, sejak melarikan diri, dia bekerja sebagai tukang yang melakukan pekerjaan sambilan dan menggunakan nama Dougie.

Baru-baru ini Desic terlihat tidur di tempat yang tidak layak, di bukit pasir Avalon, Pantai Utara Sydney.

Penduduk lokal, Belle Higgins membuat halaman penggalangan dana untuk membantu Desic dan telah terkumpul sebanyak lebih dari 6.000 dolar Australia (Rp62 juta) dalam empat jam.

Original Source