Jurnalis Dipukuli Polisi saat Wawancara Pemimpin Aksi Demonstrasi

inewsid | Global | Published at Kamis, 16 September 2021 - 13:14
Jurnalis Dipukuli Polisi saat Wawancara Pemimpin Aksi Demonstrasi

KINSHASA, iNews.id - Seorang jurnalis dipukuli polisi dan dilempar dari dalam mobil yang melaju saat aksi demo yang digelar kelompok oposisi pemerintah di Kinshasa, Kongo. Polisi juga menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Peristiwa ini terjadi di Kinshasa, Rabu (15/9/2021). Saat itu tengah terjadi aksi protes yang dilakukan oleh sekitar 20 orang pendukung pimpinan oposisi, Martin Fayulu. Mereka menggelar protes atas dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang campur tangan dalam pemilu.

Saat itu, seorang jurnalis yang bekerja untuk Radio France International (RFI), Pasien Ligodi tengah mewawancarai Fayulu. Tiba-tiba polisi menyeret dan mulai memukulinya.

"Mereka melemparkan saya ke tanah dan mulai memukul," kata Ligodi dalam video yang dibagikan di media sosial.

Video yang direkam oleh penyiar France 24 menunjukkan Ligodi diseret ke dalam mobil polisi oleh beberapa petugas bersenjata.

RFI mengutuk penggunaan kekerasan. Mereka mengatakan, Ligodi diinterogasi di sebuah van polisi sebelum dilempar dari kendaraan saat sedang bergerak.

Dilansir dari Reuters, polisi telah melarang pawai dengan alasan kekhawatiran tentang pandemi virus corona. Mereka menyatakan, Ligodi dikira sebagai salah satu dari pengunjuk rasa.

Juru bicara pemerintah, Patrick Muyaya mengatakan polisi telah menggunakan kekuatan berlebihan. Penyelidikian atas kasus ini pun segera digulirkan.

"Pelaku akan dihukum berat," katanya.

Fayulu mengklaim dia mengalahkan Presiden Felix Tshisekedi dalam pemilihan 2018. Dia mengatakan, politisi berusaha mempengaruhi komisi pemilihan. Maka dari itu, dia meminta para pendukung untuk berdemonstrasi.

Fayulu dipandang sebagai penantang utama melawan Tshisekedi dalam pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 2023.

"Saya mengajak kalian semua untuk turun ke jalan dan mengatakan tidak pada komisi pemilu yang dipolitisasi. Katakan 'tidak' pada kecurangan 2023, 'tidak' pada kecurangan pemilu," kata Fayulu dalam video yang diunggah, Senin (13/9/2021).

Artikel Asli