Ketika Nazi Mencoba Melacak Mitos Ras Arya di Tibet

okezone | Global | Published at Kamis, 16 September 2021 - 12:56
Ketika Nazi Mencoba Melacak Mitos Ras Arya di Tibet

INDIA - Pada 1938, Heinrich Himmler, seorang anggota terkemuka partai Nazi Jerman dan seorang arsitek utama Holocaust , mengirim tim beranggotakan lima orang ke Tibet untuk mencari asal-usul ras Arya. Penulis Vaibhav Purandare menceritakan kisah menarik dari ekspedisi ini, yang melewati India.

Setahun lebih sedikit sebelum Perang Dunia Kedua dimulai, sekelompok orang Jerman mendarat diam-diam di sepanjang perbatasan Timur India. Mereka sedang dalam misi untuk menemukan "wilayah asal ras Arya".

Adolf Hitler percaya bahwa orang-orang Nordik "Arya" telah memasuki India dari utara sekitar 1.500 tahun sebelumnya, dan bahwa orang-orang Arya telah melakukan "kejahatan" yaitu bercampur dengan orang-orang lokal "non-Arya", sehingga membuat merek kehilangan ciri khas yang selama ini menjadikan mereka ras paling unggul di bumi.

Hitler biasanya menyatakan antipati yang mendalam kepada rakyat India dan perjuangan mereka untuk kebebasan, dan sentimennya dinyatakan dalam pidato, tulisan, dan debatnya.

Anak benua India masih layak untuk dicermati, menurut Himmler, salah satu letnan utama Hitler dan kepala SS. Di sinilah Tibet muncul.

Mereka yang bersumpah dengan gagasan ras superior kulit putih Nordik adalah orang-orang yang percaya pada dongeng hilangnya kota Atlantis, di mana orang-orang dari "darah paling murni" rupanya pernah tinggal di sana. Kota ini diyakini terletak di suatu tempat, antara Inggris dan Portugal di Samudra Atlantik, di mana pulau mitos ini diduga tenggelam setelah disambar petir.

Semua orang Arya yang selamat seharusnya pindah ke tempat yang lebih aman. Wilayah Himalaya diyakini sebagai salah satu tempat perlindungan, khususnya Tibet karena terkenal sebagai "atap dunia".

Pada 1935, Himmler mendirikan sebuah unit di dalam SS, yang disebut Ahnenerbe - atau Biro Warisan Leluhur - untuk mencari tahu ke mana orang-orang dari Atlantis pergi setelah adanya petir dan banjir, dan di mana jejak ras ini masih tersisa dan bisa ditemukan.

Artikel Asli