5 Fakta Mencengangkan Pedagang Taruh Narkoba ke Makanan agar Pelanggan Ketagihan

okezone | Global | Published at Kamis, 16 September 2021 - 08:16
5 Fakta Mencengangkan Pedagang Taruh Narkoba ke Makanan agar Pelanggan Ketagihan

BEIJING Kantor Polisi Lunan di Kota Lianyungang, Provinsi Jiangsu China, mendapatkan laporan terkait penggunaan bahan-bahan ilegal dalam makanan agar lebih menggugah selera dan membuat ketagihan.

Berikut ini adalah fakta-fakta terkait pedagang yang menaruh narkoba ke makanan agar pelanggan ketagihan:

1. Dilaporkan Pelanggan

Seorang pemilik warung makan di China ditangkap polisi setelah mengaku menambahkan bubuk opium ke makanannya untuk membuat para pelanggan ketagihan.

Diketahui, salah satu pelanggannya melakukan pelaporan secara anonim. Rupanya baru-baru ini sang pelapor anonim melihat video peringatan keselamatan publik tentang pemilik usaha yang mencampur narkotika ke dalam makanan mereka untuk meningkatkan bisnis.

Pelapor kemudian berpikir apakah warung yang membuat mi kesukaannya juga melakukan hal yang sama.

Dia kemudian membawa sampel mi yang lezat itu ke polisi untuk pengujian, dan hasilnya menunjukkan bahwa itu mengandung tingkat papaverin yang tinggi, narkotika, dan senyawa tidak biasa lainnya.

2. Barang Bukti

Polsek Lunan bekerja sama dengan Brigade Penyelidikan Lingkungan Makanan dan Obat-obatan kemudian melakukan penggeledahan secara menyeluruh terhadap warung makan tersebut dan menyita satu wadah besar berisi minyak cabai yang dicampur dengan bahan turunan opium.

Bumbu minyak cabai dicampur dengan bubuk opium, yang membuatnya terasa jauh lebih enak. Hidangan mi dingin secara keseluruhan rasanya lebih enak, tetapi makanan ini bisa membuat ketagihan dan membahayakan kesehatan dalam jangka panjang, kata Petugas Zhang Kaoshan kepada wartawan.

3. Tak Bisa Berkelit

Saat dihadang polisi, pemilik warung makan, seorang pria lokal bermarga Li, tak punya pilihan selain mengaku membumbui mi cabainya dengan bubuk opium, ia menjelaskan bahwa itu satu-satunya cara untuk bangkit dari pandemi Covid-19.

Dia telah kehilangan sebagian besar pelanggannya selama lokcdown, jadi dia berpikir dengan membuat pelanggan menjadi ketagihan terhadap mienya adalah cara untuk membantu bisnisnya pulih lebih cepat.

Artikel Asli