Taliban Tutup Unit Anti Pencucian Uang di Sentral Bank Afghanistan

okezone | Global | Published at Kamis, 16 September 2021 - 07:33
Taliban Tutup Unit Anti Pencucian Uang di Sentral Bank Afghanistan

LONDON - Sebuah unit anti pencucian uang di bank sentral Afghanistan berhenti operasi, kata sejumlah staf di unit tersebut kepada Reuters .

Penutupan unit tersebut dinilai akan mengganggu hubungan Afghanistan dengan sistem keuangan global.

Pusat Analisis Transaksi dan Laporan Keuangan Afghanistan (FinTRACA) sejak 2006 telah mengumpulkan informasi intelijen tentang ribuan transaksi mencurigakan dan membantu penegak hukum dalam kasus penyelundupan dan pendanaan terorisme, menurut situs FinTRACA.

Para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa kelompok Taliban yang kini memerintah Afghanistan telah meraup ratusan juta dolar dari perdagangan narkotika dan transaksi ilegal lainnya ketika mereka berperang melawan pasukan pemerintah.

Taliban telah berjanji tidak akan ada lagi pembudidayaan tanaman narkotika di Afghanistan.

Informasi di situs FinTRACA mengindikasikan bahwa Taliban termasuk di antara mereka yang menjadi target pengawasan.

Empat anggota staf yang berbicara dengan Reuters juga mengatakan bahwa kelompok tersebut telah menjadi target sejak unit itu dibentuk.

Mereka menolak disebut namanya karena takut dengan pembalasan Taliban.

Sejumlah ahli memperingatkan ketiadaan unit intelijen keuangan (FIU) dapat mengganggu hubungan Afghanistan dengan sistem keuangan internasional dan pemberi pinjaman di luar negeri.

Unit semacam itu --yang memeriksa aliran uang dari aktivitas mencurigakan-- sangat penting bagi sebuah negara yang ingin bergabung dalam komunitas keuangan global, kata Stuart Jones, Jr., pendiri dan kepala eksekutif perusahaan pengukur risiko Sigma Ratings.

Jones pernah menjadi atase Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) untuk Afghanistan pada 2008-2010.

Terhubung kembali dengan sistem keuangan global bisa diperumit oleh sanksi terhadap Taiban dan fakta bahwa seorang menteri senior pemerintah Afghanistan mengepalai organisasi teroris.

"Afghanistan dianggap berisiko tinggi oleh hampir semua lembaga keuangan global sebelum pengambilalihan oleh Taliban," kata Jones.

Artikel Asli