Lonjakan Kasus Covid-19 di China Picu Kepanikan, Beberapa Kota Minta Warganya Tak Bepergian

inewsid | Global | Published at 15/09/2021 13:24
Lonjakan Kasus Covid-19 di China Picu Kepanikan, Beberapa Kota Minta Warganya Tak Bepergian

BEIJING, iNews.id - Provinsi Fujian menjadi pusat wabah Covid-19 terbaru di China. Dalam 5 hari terakhir ada penambahan 152 kasus infeksi lokal dipicu varian Delta yang sangat menular.

Kondisi ini memaksa wilayah lain di China menerapkan pembatasan perjalanan ke Fujian untuk mencegah penyebaran, padahal tak lama lagi itu negara itu memasuki libur panjang yakni Festival Pertengahan Musim Gugur mulai pekan depan serta Hari Nasional yang dimulai pada 1 Oktober.

Komisi Kesehatan Nasional mencatat penambahan 50 kasus baru pada Rabu (15/9/2021) melalui penularan lokal. Jumlah ini turun tipis dari 59 pada hari sebelumnya. Semuanya kasus tersebut berada di Fujian.

Penambahan ini menjadikan jumlah total kasus infeksi lokal di Fujian menjadi 152 penderita, yakni berasal dari tiga kota Putian, Xiamen, dan Quanzhou.

Stasiun televisi pemerintah melaporkan sekitar 30.000 orang melakukan perjalanan dari Putian ke provinsi lain dari 26 Agustus hingga 10 September, menimbulkan kekhawatiran penularan lebih luas.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Wenzhou, Zeng Shidian, mengatakan, ada risiko tinggi kotanya mengalami kasus Covid impor dari Putian serta kota lain di Fujian.

Otoritas Wenzhou mendesak warganya tidak bepergian ke Fujian selama musim liburan mendatang. Bahkan otoritas akan menutup tempat hiburan dalam ruangan selama setengah bulan.

Meskipun semua kasus infeksi di China sejak 10 September hanya di Provinsi Fujian, kota-kota di wilayah lain seperti Jilin, Maoming, dan Guangzhou meminta warganya tidak bepergian ke luar daerah. Kebijakan serupa diberlakukan oleh otoritas Provinsi Shanxi dan Heilongjiang.

Kebijakan yang sama diterapkan di Kota Xian, Provinsi Shaanxi, yang meminta penduduknya untuk menghindari bepergian ke luar kota jika tidak penting.

Bahkan Kota Chifeng dan Hohhot di Mongolia meminta warganya tetap tinggal di rumah selama musim liburan.

Namun kebijakan yang ketat itu mendapat kritikan. Surat kabar pemerintah, Global Times, dalam editorial pada Rabu mengingatkan pejabat lokal tidak boleh seenaknya meminta warga untuk tidak keluar. Bahkan mereka diminta mengubah aturan itu.

"Kita harus menghindari pembatasan total dalam skala besar. Kita harus berjuang untuk mendeteksi dini setiap wabah. Kita juga perlu memastikan untuk bisa mencegahnya lebih cepat sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat," demikian isi editorial.

Secara keseluruhan China melaporkan 95.413 kasus infeksi hingga Selasa (14/9/2021).

Artikel Asli