Kunjungan Pertama Setelah Satu Dekade Israel Kembali Akrabin Dan Pedekate Ke Mesir

rm.id | Global | Published at 15/09/2021 06:23
Kunjungan Pertama Setelah Satu Dekade Israel Kembali Akrabin Dan Pedekate Ke Mesir

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett pada Senin (13/9) mengadakan pertemuan dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi. Ini kunjungan pertama pemimpin Israel dalam satu dekade ke Mesir.

Melansir Reuters, Bennett dan Sisi melakukan pembicaraan tentang hubungan bilateral Israel dan Palestina. Berkaitan konflik Israel-Palestina, Mesir telah memainkan peran penting menengahi dan mencoba memperkuat gencatan senjata di Jalur Gaza, terutama sejak perang 11 hari pada Mei lalu.

Dalam pernyataannya usai pertemuan, Bennett mengatakan, kedua negara berupaya menciptakan fondasi untuk koneksi yang mendalam di masa mendatang.

Sementara, Al-Sisi menggarisbawahi upaya Mesir untuk menjaga ketenangan di Palestina. Ia juga menekankan pentingnya dukungan internasional untuk upaya membangun kembali di wilayah itu.

Pernyataan Kantor Kepresidenan Mesir menyebutkan, Al-Sisi mendukung semua upaya untuk mencapai perdamaian komprehensif di Timur Tengah berdasarkan solusi dua negara. Bennett dan Sisi juga diperkirakan akan membahas isu-isu regional, termasuk pengaruh Iran di Timur Tengah dan krisis di Lebanon.

Kunjungan resmi terakhir Perdana Menteri Israel ke Mesir adalah ketika Benjamin Netanyahu bertemu dengan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak pada Januari 2011 di Sharm el-Sheikh. Tak lama kemudian, Mubarak digulingkan.

Mesir merupakan negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada 1979. Meski demikian, hubungan keduanya tidaklah mesra. Kerja sama keamanan dan hubungan ekonomi mereka juga terbatas.

Kehadiran Mesir di Gaza sebagai penengah menunjukkan komitmen dan peran diplomatiknya di kawasan itu. Terutama setelah tahun lalu, empat negara Arab lain melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Yaitu, Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Kunjungan Bennett ke Mesir awal pekan ini juga sepertinya akan memperlancar hubungan transportasi antara kedua negara. Dilansir dari Reuters, jalur penyeberangan Taba antara Israel dan Sinai, titik masuk bagi turis Israel, akan beroperasi penuh mulai Senin (13/9) setelah dibatasi selama pandemi Covid-19.

Mulai Oktober nanti, maskapai Egyptair juga dikabarkan akan mulai mengoperasikan beberapa penerbangan mingguan antara Kairo dan Tel Aviv. [DAY]

Artikel Asli