Pasukan Junta Bakar Desa-Desa

koran-jakarta.com | Global | Published at 15/09/2021 05:41
Pasukan Junta Bakar Desa-Desa

YANGON - Sebuah media lokal pada Selasa (14/9) melaporkan bahwa pasukan junta telah membakar sejumlah desa di Myanmar. Aksi pembakaran itu terjadi setelah tiga hari bentrokan yang dipicu aksi penyergapan oleh pasukan pertahanan rakyat (People's Defence Force/PDF) yang pro terhadap pemerintahan bayangan Myanmar, National Unity Government (NUG), hingga menewaskan 15 personel pasukan junta.

Pada Senin (13/9), pasukan junta melakukan penyerbuan ke DesaHnan Khar dan membakar sejumlah rumah di desa itu. Berdasarkan keterangan saksi mata, pasukan pertahanan rakyat tak bisa menghalangi aksi pembakaran itu karena amunisi dan persenjataan mereka amat terbatas.

"Sebuah truk pengangkut pasukan dan dua unit truk ringan tiba di Desa Hnan Khar sekitar pukul 10 pagi dan membakar 14 rumah, sehingga jumlah rumah yang dihancurkan oleh tentara junta menjadi sekitar 50 rumah," lapor seorang penduduk setempat seperti dilansir kantor berita Myanmar Now pada Selasa.

"Mereka membakar rumah-rumah, menembakkan senjata mereka dan segera pergi. Pembakaran itu disengaja dilakukan untuk menakut-nakuti kami," imbuh dia.

Saat aksi pembakaran, penduduk telah terlebih dahulu meninggalkan Desa Hnan Khar hingga tak dilaporkan ada korban jiwa. Desa Hnan Khar, yang memiliki sekitar 1000 rumah, telah digerebek sebanyak empat kali oleh pasukan junta sejak Juni. Seorang pria tua dari desa itu tewas dalam serangan sebelumnya. Hnan Khar adalah salah satu dari 13 desa di Distrik Gangaw di wilayah Magway yang diserbu oleh pasukan junta sejak 31 Mei.

Selain Hnan Khar, pasukan junta pada Minggu (12/9) juga dilaporkan telah menyerbu Desa Htei Hlaw di Gangaw pada dini hari dan membakar 27 rumah serta membunuh seorang penduduk desa dan seorang anggota pasukan pertahanan rakyat. Serbuan oleh tentara junta itu dilakukan tak lama setelah terjadi bentrokan antara pasukan pertahanan rakyat dan tentara junta di desa itu yang menewaskan seorang anggota pasukan pertahanan rakyat dan melukai 3 anggota lainnya.

Pada saat bersamaan, pasukan junta juga dikabarkan telah membakar sebuah desa di Kotapraja Myaung, Distrik Sagaing. Berdasarkan keterangan seorang warga Desa Kyauk Yit, tentara telah mengeluarkan ancaman menembak siapa pun yang mencoba untuk memadamkan api di desa berpenduduk sekitar 300 orang tersebut.

Deklarasi Perlawanan

Adapun bentrokan terjadi di wilayah-wilayah tersebut setelah pemerintah bayangan Myanmar, mendeklarasikan perlawanan rakyat terhadap junta Myanmar pada 7 September lalu.

Keesokan harinya, pasukan pertahanan rakyat menyerbu kantor polisi sebagai tanggapan atas deklarasi pemerintah bayangan tersebut. Tak hanya itu, pasukan pertahanan rakyat juga menargetkan aset-aset perusahaan yang dipegang militer seperti menghancurkan menara-menara telekomunikasi seluler.

Aksi perlawanan rakyat ditanggapi oleh militer hingga menimbulkan pertempuran yang tak imbang selama tiga hari di area sekitar Desa Shwe Hlan, Myit Son, dan Kyauk Yit. Pasukan pertahanan rakyat sejauh ini mengklaim setidaknya 20 tentara junta tewas selama pertempuran tiga hari tersebut walau informasi ini belum dikonfirmasi.

Pasukan pertahanan rakyat menyebut tindakan pembakaran desa sebagai tanda bahwa rezim telah putus asa karena gagal mengendalikan negara.

Myanmar diguncang kudeta sejak 1 Februari di mana militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi. Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak, penuh kecurangan.

Sedangkan aksi penolakan terhadap kudeta ditanggapi oleh junta dengan tindakan represi berdarah. Hingga awal pekan lalu dilaporkan sebanyak 1.088 orang tewas sejak militer melakukan kudeta dan 6.449 orang masih ditahan junta. MyanmarNow/I-1

Artikel Asli