Malaysia: Pernyataan Jepang Soal Ancaman Teror tak Berdasar

republika | Global | Published at 15/09/2021 00:46
Malaysia: Pernyataan Jepang Soal Ancaman Teror tak Berdasar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein menyatakan tindakan Kementerian Luar Negeri Jepang yang memperingatkan rakyatnya terhadap kemungkinan wujudnya ancaman teroris di Asia Tenggara termasuk Malaysia tidak berdasar.

Hussein mengaku diberitahu oleh intelijen militer bahwa peringatan itu sebenarnya didasarkan pada platform media.

Tuduhan itu tidak memiliki dasar langsung terkait dengan teroris. saya akan bertanya kepada Wisma Putra (Kemlu), mengapa Jepang mengeluarkan pernyataan itu, ucap dia dalam konferensi pers di parlemen pada Selasa.

Konferensi pers tersebut juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Zafrul Tengku Abdul Aziz; Menteri Kesehatan, Khairy Jamaluddin; Menteri Komunikasi dan Multimedia Annuar Musa, dan Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah.

"Saya bisa konfirmasi dari segi intelijen militer dan sudah dikonfirmasi oleh Inspektur Jenderal Polisi sendiri, itu tidak menimbulkan apa pun yang perlu kita khawatirkan di Malaysia," terang dia.

Kemarin, Kementerian Luar Negeri Jepang mengimbau seluruh warganya di Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar agar tidak berada di dekat fasilitas keagamaan dan kawasan padat lainnya.

Peringatan itu mengutip laporan intelijen atas kemungkinan serangan bom bunuh diri di lokasi ramai seperti sinagog. Ada sekitar 31.000 orang Jepang yang tinggal di Malaysia saat ini.

Artikel Asli