Dalangi Pengeboman Masjid di Amerika, Pria Transgender Ini Terancam Penjara Seumur Hidup

inewsid | Global | Published at 13/09/2021 14:12
Dalangi Pengeboman Masjid di Amerika, Pria Transgender Ini Terancam Penjara Seumur Hidup

SAINT PAUL, iNews.id - Emily Claire Hari alias Michael Hari, pemimpin milisi supremasi kulit putih asal Illinois, Amerika Serikat, terdakwa pengeboman masjid di Minnesota pada 2017 menjalani sidang vonis, Senin (13/9/2021).

Dia dituduh dengan lima dakwaan, yakni beberapa pelanggaran hak-hak sipil, kejahatan kebencian, serta serangan yang meresahkan masyarakat, terkait serangan masjid di kompleks Islamic Center Dar Al Farooq, Bloomington. Pria yang mengaku transgender itu terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup atau setidaknya 30 tahun.

Jaksa penuntut berharap Hari dijatuhi hukuman maksimum yakni penjara seumur hidup.

Bom ini, bom terdakwa, merupakan aksi teror dimaksudkan untuk meremukkan hati masyarakat, kata seorang jaksa, dikutip dari Associated Press, Senin (13/9/2021).

Serangan tersebut, lanjut jaksa, memang tidak menimbulkan korban atau melukai fisik seorang pun namun menimbulkan keresahan dan ketakutan di masyarakat.

Terdakwa merusak rasa aman dan damai yang seharusnya ada di sebuah rumah ibadah," kata jaksa.

Sementara itu pengacara mengupayakan hukuman minimal dengan alasan kliennya tidak bertanggung jawab atas serangan itu.

Hari dituntut pada Desember lalu atas lima dakwaan, termasuk perusakan properti dipicu karakter agama serta menghalangi kebebasan menjalankan keyakinan agama.

Direktur Eksekutif Dar Al Farooq Mohamed Omar berharap Hari mendapat hukuman penjara seumur hidup untuk menunjukkan bahwa supremasi kulit putih tidak mendapat toleransi serta tak seorang pun yang boleh dirampas kebebasannya untuk beribadah.

Omar mengatakan, bersama kelompok masyarakat lain, dia berencana membuat pernyataan mengenai dampak dari pengeboman tersebut.

Serangan yang diotaki Hari, tegas dia, menjadikan masjid sebagai titik atau target intimidasi dan kekerasan, sehingga membuat umat Islam tak merasakan keamanan dalam menjalankan ibadah.

Serangan yang dilakukan milisi kelompok Hari terjadi pada 5 Agustus 2017. Saat itu umat Islam sedang melaksanakan Sholat Subuh. Bom pipa dilempar melalui jendela ke kantor pengelola Islamic center.

Penyelidikan yang berlangsung selama 7 bulan mengungkap keterlibatan kelompok supremasi kulit putih di Clarence, Illinois, wilayah perdesaan sekitar 190 kilometer dari Chicago. Selain Hari, dua rekannya yang juga terlibat penyerangan, Michael McWhorter dan Joe Morris, juga tinggal di perkampungan itu.

Hari memimpin kelompok yang disebut Kelinci Putih, di mana McWhorter dan Morris menjadi anggotanya.

Dalam persidangan, jaksa, mengutip pernyataan Hari yang ditulis di manifesto The White Rabbit Handbook, mengatakan perbuatan Hari dimotivasi kebencian terhadap muslim.

Sementara itu McWhorter dan Morris mengaku bersalah atas lima tuduhan, bahkan bersaksi melawan Hari. Mereka juga menunggu sidang vonis.

Artikel Asli