Inggris Batalkan Paspor Vaksin Jadi Syarat ke Kelab Malam

koran-jakarta.com | Global | Published at 13/09/2021 11:15
Inggris Batalkan Paspor Vaksin Jadi Syarat ke Kelab Malam

Pemerintahan Inggris melalui Perdana Menteri , Boris Johnson mengumumkan bahwa Inggris telah membatalkan rencana penerapan paspor vaksin. Dia juga menegaskan akan mencabut sejumlah keadaan darurat terkait dengan Covid-19.

Johnson mengatakan bahwa rencana paspor vaksin ini akan disimpan sebagai skema "cadangan" jika sewaktu-waktu dibutuhkan di musim gugur atau dingin.

Langkah ini dinilai untuk meredam kritik, khususnya dari Partai Konservatif.

Sebelumnya rencana tersebut mendapat kritik tajam dari sejumlah anggota parlemen dan beberapa tempat usaha di Inggris, karena menaikkan pajak untuk memperbaiki krisis kesehatan dan perawatan sosial.

Senada dengan Perdana Menteri, Menteri Kesehatan Sajid Javid mengatakan rencana untuk menerapkan aturan paspor vaksin untuk memasuki kelab malam atau acara-acara besar di Inggris tidak akan dilanjutkan.

"Kita tidak akan melakukan hal seperti itu hanya karena negara lain melakukannya," kata Javid kepada kantor berita BBC , Minggu, 12 September 2021.

Selain itu, dia menyebut Johnson telah memutuskan bahwa paspor vaksin tidak akan diperkenalkan di Inggris. Sebagai gantinya pemerintah Inggris akan bergantung pada vaksinasi dan juga pengujian

Padahal sepekan lalu, Sajid membela skema paspor vaksin sebagai "cara terbaik" untuk memastikan industri hiburan malam tetap beroperasi.

"Walau rencana ini akan disimpan sebagai opsi cadangan, saya mengkonfirmasi bahwa kita tidak akan melanjutkan rencana paspor vaksin ini," tutur Javid.

Di bawah skema paspor vaksin, masyarakat Inggris harus memperlihatkan bukti vaksinasi penuh, hasil negatif tes Covid-19, isolasi mandiri untuk memasuki kelab malam atau acara-acara yang didatangi banyak orang.

Diketahui, Asosiasi Industri Hiburan Malam Inggris mengatakan rencana paspor vaksin dapat melumpuhkan bisnis mereka dan berpotensi berujung pada kasus-kasus diskriminasi.

Sementara, Skotlandia berencana mengenalkan paspor vaksin bagi warga berusia di atas 18 tahun yang ingin memasuki kelab malam atau acara berskala besar.

Sedangkan Wales akan memutuskan pekan depan apakah skema paspor vaksin akan diterapkan atau tidak.

Artikel Asli