Dua Politisi Ini Berkampanye dalam Pencalonan Presiden Perempuan Prancis Pertama

rmol.id | Global | Published at 13/09/2021 10:33
Dua Politisi Ini Berkampanye dalam Pencalonan Presiden Perempuan Prancis  Pertama

RMOL.Prancis mulai diwarnai hiruk pikuk kampanye pemilihan presiden. Di antara para kandidat pilpres yang akan berlangsung pada musim semi tahun depan, ada dua wanita politisi yang maju dalam pencalonan. Jika salahg satunya unggul, itu berarti Prancis akan memiliki presiden wanita pertama dalam sejarahnya.

Dua wanita itu adalah Marine Le Pen dari Partai Reli Nasional (RN) dan Anne Hidalgo yang seorang walikota Paris.

Keduanya telah memiliki agenda andalan untuk bisa meraih simpati masyarakat.

Le Pen, pemimpin partai sayap kanan Prancis yang saat ini berusia 53 tahun, memulai kampanyenya di kota selatan Frejus dengan janji kampanye yang berfokus pada 'kebebasan'. Ia mengatakan akan membersihkan setiap sudut Prancis yang menjadi sasaran Taliban.

Le Pen telah lama bersikap keras terhadap kaum yang dianggapnya radikal.

Hidalgo, wanita pertama yang menjalankan pemerintahan ibukota Prancis sejak 2014, adalah favorit untuk memenangkan nominasi Partai Sosialis. Kelahiran Spanyol ini meluncurkan pencalonannya di kota Rouen di barat laut Normandia.

Meski telah lama malang melintang dalam perpolitikan, Hidalgo dianggap memiliki peluang lebih kecil dibanding Le Pen. Para pengamat mengatakan, Hidalgo harus bisa menyatukan kaum kiri, yang masih sangat terpecah, untuk mengungguli Le Pen.

Sebagai walikota Paris, ia dikenal cukup keras mengenai polusi udara yang dihasilokan dari kendaraan dan kemudian dipuji karena mengubah tepian sungai Seine yang dulunya padat lalu lintas menjadi kawasan pejalan kaki yang nyaman.

Le Pen dan Hidalgo akan menjadi penantang petahana Presiden Emmanuel Macron. Namun, disebut-sebut bahwa sebenarnya ada wanita lain yang dikabarkan akan maju yaitu Valerie Pecresse dan mantan menteri pertanian, Stephane Le Foll. []

Artikel Asli