Muncul Demo Tandingan Dukung Taliban Bawa Bendera Dan Poster 300 Wanita Turun Ke Jalan

rm.id | Global | Published at 13/09/2021 06:20
Muncul Demo Tandingan Dukung Taliban Bawa Bendera Dan Poster 300 Wanita Turun Ke Jalan

Ratusan wanita berpakaian serba hitam turun ke jalan sambil membawa benderaTaliban, Sabtu (11/9) siang waktu setempat. Aksi ini merupakan tandingan dari demo tolak Taliban yang dilakukan ratusan perempuan, pekan lalu.

Para wanita ini mengenakan burqa atau kain penutup wajah selama melakukan unjuk rasa di sepanjang jalan utama Kabul. Mereka membela sejumlah kebijakan Pemerintah Taliban, yang disebut Emirat Islam Afghanistan.

Diberitakan New York Post , kemarin, sebelum turun ke jalanan, ratusan wanita Afghanistan itu duduk di ruang kuliah Universitas Shaheed Rabbani di Kabul.

Ada sekitar 300 wanita di ruangan itu. Mereka tampak melambaikan bendera Taliban sambil mendengarkan pembicara. Pihak penyelenggara menyebut, para perempuan itu merupakan mahasiswa.

Bendera Taliban berukuran besar menghiasi podium. Bendera itu berwarna putih dengan huruf bertuliskan kalimat Syahadat, Laa ilaaha illallah , Muhammadurrasuulallah (tiada Tuhan selain Allah, Muhammad

Rasul Allah). Disebut sebagai Al-Liwa. Bendera tersebut sama dengan yang digunakan Nabi Muhammad SAW pada masa awal berdirinya Islam.

Para pembicara wanita itu mengkritik kelompok perempuan Afghanistan yang pekan lalu menggelar aksi menentang Taliban.

Kami menentang klaim yang menyebut bahwa mereka adalah wakil kaum perempuan, cetus pembicara itu.

Apakah kebebasan yang diinginkan itu seperti yang dilakukan pemerintahan terakhir? Bukan, itu bukan kebebasan. Pemerintahan terakhir menyalahgunakan wanita. Mereka merekrut wanita hanya karena kecantikannya, tuding pembicara itu lagi.

Hak-hak wanita di Afghanistan sangat dibatasi selama kepemimpinan Taliban pada 1996-2001. Namun, sejak kembali berkuasa bulan lalu, Taliban mengklaim akan menerapkan aturan yang tidak terlalu ekstrim.

Menurut otoritas pendidikan Taliban, wanita Afghanistan akan diizinkan kuliah di universitas. Namun ruang kuliah dipisahkan oleh jenis kelamin, atau setidaknya dipisahkan dengan tirai. Saat menempuh pendidikan, para wanita juga diwajibkan memakai abaya dan niqab.

Direktur Hubungan Internasional pada Kementerian Pendidikan Afghanistan Daud Haqqani mengatakan, aksi di kampus itu telah mendapatkan izin.

Setelah mendengarkan pidato di ruang kuliah, ratusan wanita itu turun ke jalanan. Mereka membawa poster bertuliskan dukungan untuk kebijakan dan melambaikan bendera Taliban.

Wanita yang meninggalkan Afghanistan tidak bisa mewakili kami, begitu bunyi salah satu poster yang dibawa mereka.

Kami puas dengan sikap dan perilaku Mujahidin (Taliban), bunyi poster lainnya.

Tampak sejumlah tentara menenteng senapan mengawal jalannya aksi tersebut. Situasinya sangat kontras dengan kondisi di Kabul dan beberapa wilayah lainnya, saat demo anti Taliban yang juga diinisiasi para perempuan Afghanistan.

Taliban memutuskan membubarkan demonstrasi tersebut dengan paksa. Dikutip BBC dari Tolo News, Taliban menembaki mereka dengan gas air mata dan semprotan lada. Bahkan ada tembakan ke udara. Dua orang dilaporkan tewas tertembak saat unjuk rasa. [DAY]

Artikel Asli