Guru Laki-Laki di Afghanistan Bisa Mengajar Murid Perempuan, tapi Dipisah Tirai

limapagi.id | Global | Published at 13/09/2021 02:30
Guru Laki-Laki di Afghanistan Bisa Mengajar Murid Perempuan, tapi Dipisah Tirai

LIMAPAGI - Di bawah kekuasaan Taliban, Afghanistan memasuki era baru. Salah satu yang mencolok adalah perlakuan pihak penguasa kepada perempuan.

Pemisahan gender dan aturan berpakaian secara Islam diwajibkan secara ketat oleh Taliban. Perempuan memang diizinkan bersekolah tetapi dilakukan secara terpisah dengan laki-laki, dan diajari oleh guru perempuan.

Kami tak akan menghadapi masalah dalam hal ini. Semua upaya akan dilakukan untuk mencari dan menyediakan guru perempuan untuk para siswi, kata Menteri Pendidikan Tinggi Taliban Abdul Baqi Haqqani, dalam konferensi pers di Kabul, seperti dilansir dari Antara, Senin 13 September 2021.

Perempuan mendapatkan pembatasan sangat ketat di masa kekuasaan Taliban yang pertama pada tahun 1996-2001. Saat itu kaum perempuan Afghanistan bahkan dilarang sekolah, bekerja dan keluar rumah tanpa pendamping muhrim.

Pada era kekuasaan Taliban yang kedua di tahun 2021 ini, perempuan dijanjikan bisa bersekolah dan bekerja di kantor pemerintahan.

Taliban juga membuka kemungkinan jika guru laki-laki bisa mengajar murid perempuan di sekolah, apabila tidak tersedia guru perempuan. Namun, guru laki-laki dan murid perempuan akan dipisah melalui tirai.

Rencananya, ruang kelas akan dipasangi partisi untuk membagi laki-laki dan perempuan. Pengajaran juga bisa dilakukan lewat streaming atau TV sirkuit tertutup.

Laki-laki juga bisa mengajari (perempuan) tapi sesuai syariat, mereka harus dipisahkan dengan tirai, ujar Haqqani.

Artikel Asli