Gelar Parade Militer Tanpa Rudal Balistik, Korut Pamerkan Pasukan Anti-Virus Corona

inewsid | Global | Published at 09/09/2021 12:57
Gelar Parade Militer Tanpa Rudal Balistik, Korut Pamerkan Pasukan Anti-Virus Corona

SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) menggelar parade militer untuk merayakan hari jadi negara itu ke-73. Tak seperti biasanya, parade militer digelar pada Rabu malam hingga Kamis (9/9/2021) dini hari waktu setempat.

Hal yang menarik dari perayaan itu adalah sekelompok pasukan yang mengenakan seragan hazmat oranye lengkap dengan masker respirator. Di samping itu tak ada rudal balistik yang diarak sebagaimana lazim di setiap parade.

Kantor berita KCNA merilis foto pasukan mengenakan hazmat oranye lengkap sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa pemerintah serius memerangi virus corona. Korut sejauh ini belum melaporkan satu pun kasus infeksi maupun kematian akibat Covid-19, meski telah mengarantina puluhan ribu warganya.

Pemimpin Korut Kim Jong Un hadir dalam acara tersebut menyambut paramiliter, Pasukan Garda Merah Merah Pekerja-Petani, serta pasukan pertahanan sipil, yang berbaris di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang.

Beberapa senjata konvensional juga dipamerkan, termasuk peluncur roket serta kendaraan yang membawa rudal anti-tank. Namun tidak ada rudal balistik yang terlihat atau disebutkan dalam laporan kantor berita KCNA maupun surat kabar corong Partai Pekerja, Rodong Sinmun.

Kim juga tidak menyampaikan pidato, berbeda dengan saat Oktober lalu. Saat itu dia membanggakan kemampuan nuklir negaranya serta memamerkan rudal balistik antarbenua yang tidak pernah terlihat sebelunya.

"Barisan pencegahan epidemi darurat dan Kementerian Kesehatan Masyarakat dengan antusiasme patriotik menampilkan keunggulan sistem sosialis di seluruh dunia, sambil dengan tegas melindungi keamanan negara dan rakyatnya dari pandemi," bunyi laporan KCNA.

Ini merupakan kali pertama sejak 2013 Korea menggelar melibatkan Pasukan Garda Merah Pekerja-Petani. Kesatuan ini merupakan pasukan cadangan yang dibentuk setelah keluarnya tentara China yang saat itu membantu Korut dalam perang 1950-1953.

Pengamat Korut dari Universitas Studi Korea Utara, Seoul, Yang Moo Jin, menilai tidak adanya senjata strategis dalam parade ini menunjukkan bahwa Korut fokus pada pasukan keamanan publik dan masalah dalam negeri seperti penanganan Covid-19 dan perbaikan ekonomi.

"Parade tampaknya dirancang secara ketat sebagai festival dalam negeri yang bertujuan untuk mempromosikan persatuan nasional dan solidaritas rezim. Tidak ada senjata nuklir dan Kim tidak menyampaikan pidato di sana, yang bisa diartikan untuk menjaga acara tetap rendah dan memberikan ruang untuk manuver pembicaraan masa depan dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan," kata Yang.

Artikel Asli