Mantan Kepala Polisi Maju Jadi Capres di Pemilu 2022 Filipina

limapagi.id | Global | Published at 09/09/2021 09:10
Mantan Kepala Polisi Maju Jadi Capres di Pemilu 2022 Filipina

LIMAPAGI - Senator Filipina Panfilo Lacson mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dalam pemilihan umum Filipina tahun 2022. Ia selama ini dikenal sebagai seorang mantan kepala polisi.

Lacson mendeklarasikan diri pada Rabu 8 September 2021. Ia merupakan orang pertama yang menyatakan maju sebagai calon presiden dalam pemilu Filipina 2022.

Pria berusia 73 tahun itu memutuskan berduet dengan ketua Senat Vicente Sotto sebagai calon wakil presiden. Sotto selama ini dikenal sebagai mantan aktor, musisi dan anggota parlemen empat periode.

"Antara saya dan presiden Senat Sotto adalah lebih dari 80 tahun pelayanan publik yang jujur, berdedikasi dan kompeten," kata Lacson dikutip Limapagi dari Channel News Asia, Kamis 9 September 2021.

Lacson diketahui pernah gagal mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2004. Ia dikenal karena sikap kerasnya terhadap kejahatan dan karena membantu merancang undang-undang anti-teror yang kontroversial.

Aturan itu telah dikecam oleh para aktivis dan dikhawatirkan dapat digunakan untuk menghancurkan perbedaan pendapat di salah satu negara demokrasi paling liberal di Asia.

Dalam deklarasinya, Lacson dan Sotto berbicara tentang tantangan besar yang akan mereka hadapi jika terpilih untuk memimpin Filipina. Keduanya menyebut salah satu musuh yang harus dihadapi yakni pandemi covid-19. Ia juga menyinggung soal hutang negara.

Kendati menjadi orang pertama yang maju, Lacson disebut-sebut memiliki elektabilitas yang rendah.

"Negara ini terkubur dalam hutang, banyak yang kehilangan pekerjaan. Korupsi merajalela dan obat-obatan terlarang masih merajalela," kata Lacson.

Sebelumnya, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menyatakan akan kembali maju ke panggung pemilu 2022. Namun, kali ini ia maju sebagai calon wakil presiden.

Duterte sepakat maju menjadi calon wakil presiden dari partai politik berkuasa di Filipina saat ini, Partai PDP-Laban.

Ia maju sebagai calon wakil presiden karena konstitusi Filipina hanya mengizinkan seorang presiden menjabat sekali dengan masa jabatan enam tahun.

Artikel Asli