Arab Saudi Sambut Rencana AS Buka Dokumen Hasil Penyelidikan Serangan 11 September

inewsid | Global | Published at 09/09/2021 06:55
Arab Saudi Sambut Rencana AS Buka Dokumen Hasil Penyelidikan Serangan 11 September

RIYADH, iNews.id - Arab Saudi menyambut baik rencana otoritas Amerika Serikat (AS) untuk membuka dokumen rahasia hasil penyelidikan FBI terkait serangan 11 September atau 9/11. Presiden Joe Biden sebelumnya mengeluarkan perintah eksekutif agar Departemen Kehakiman meninjau dan membuka dokumen tersebut ke publik dalam waktu 6 bulan.

Isu dokumen menyinggung Arab Saudi dalam serangan pesawat terhadap menara kembar World Trade Center di New York dan Gedung Pentagon di Washington DC.

Sejak hari yang mengerikan itu 20 tahun lalu, para pemimpin Arab Saudi secara konsisten menyerukan pengungkapan semua materi terkait dengan penyelidikan Amerika Serikat atas serangan," bunyi pernyataan Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington DC, seperti dikutip dari Arab News, Kamis (9/9/2021).

Kerajaan selalu mendukung transparansi seputar tragedi 11 September. Seperti diungkap dalam penyelidikan sebelumnya, termasuk Komisi 9/11 dan perilisan apa yang disebut dengan '28 Pages', tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemerintah Saudi atau pejabatnya mengetahui atau terlibat serangan teroris dalam bentuk apa pun, dalam perencanaan maupun pelaksanaannya. Setiap tuduhan bahwa Arab Saudi terlibat dalam serangan 11 September itu salah."

Saudi justru berpendapat perilisan dokumen penyelidikan akan mengungkap sejelas-jelasnya bahwa tak ada keterlibatan pemerintah maupun pejabatnya dalam serangan yang menewaskan lebih dari 3.000 orang itu.

Deklasifikasi materi sebelumnya berkaitan serangan 11 September, seperti '28 Pages', mengonfirmasi temuan Komisi 9/11 bahwa Arab Saudi tidak ada hubungannya dengan kejahatan mengerikan ini. Sangat disesalkan bahwa klaim palsu dan jahat seperti itu masih tetap ada."

Lebih lanjut Saudi menegaskan kembali sikap Kerajaan yang mengutuk serangan terhadap AS. Pemerintah Saudi, lanjut pernyataan, juga merasakan dampak dari kejahatan ideologi serta tindakan Al Qaeda, kelompok yang dituduh melakukan serangan tersebut.

Bersama AS, kami telah menjadi target utama Al Qaeda, bahkan sejak sebelum serangan 11 September. Di samping AS, Kerajaan tidak menyia-nyiakan upaya dalam menangani orang-orang, keuangan, dan pola pikir terorisme dan ekstremisme dalam segala bentuk," bunyi pernyataan.

Joe Biden mengeluarkan perintah ekseklutsif soal dibukanya hasil penyelidikan serangan 9/11 setelah didesak keluarga korban. Bahkan mereka mengancam akan menolak kehadiran Biden dalam acara peringatan 20 tahun serangan 9/11 pada akhir pekan mendatang.

Artikel Asli