“Bongbong" Marcos Jr Ramaikan Bursa Capres

koran-jakarta.com | Global | Published at 09/09/2021 05:21
“Bongbong" Marcos Jr Ramaikan Bursa Capres

MANILA - Putra mendiang diktator Filipina Ferdinand Marcos mengatakan bahwa dirinya akan ikut serta dalam bursa pemilihan presiden dalam pemilihan 2022. Rencana eks Senator Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr itu bisa dilaporkan memperumit rencana politik Presiden Rodrigo Duterte.

"Bongbong" Marcos Jr, 63 tahun, yang rehat dari perpolitikan setelah kalah dalam pemilihan wakil presiden dalam pemilu 2016 lalu, mengatakan dia sudah mengorganisir orang-orang di lapangan yang dapat membantunya melakukan kampanye nasional.

Dengan majunya Bongbong Marcos ini, maka kemungkinan ia akan bersaing dengan putri Presiden Duterte yang juga menjabat sebagai Wali Kota Davao City, Sara Duterte.

Sebelumnya Sara juga telah mengusung Bongbong Marcos sebagai calon wakil presiden pada pemilu 2022.

"Kita terus berdiskusi dengan semua pihak lain tentang bagaimana memposisikan diri kami untuk 2022," kata Marcos di forum virtual pada Rabu (8/9), ketika ditanya apakah dia sedang dalam pembicaraan dengan kubu Sara.

Dalam forum virtual itu Bongbong menambahkan bahwa kampanyenya akan fokus pada pemulihan pandemi dan ketahanan pangan.

Sementara itu sebuah faksi dari partai yang berkuasa, PDP-Laban, juga dijadwalkan untuk meresmikan pengumuman pencalonan Rodrigo Duterte sebagai calon wakil presiden dengan ajudan paling setianya yaitu Senator Christopher "Bong" Go, sebagai calon presiden.

Sedangkan kelompok lain di dalam partai menginginkan petinju dan Senator Manny Pacquiao mencalonkan diri untuk capres.

"Duterte, yang dibatasi hanya untuk satu kali masa jabatan enam tahun sebagai presiden, masih bisa membatalkan pencalonannya sebagai wakil presiden jika putrinya mencalonkan diri untuk jabatan puncak," kata juru bicaranya bulan lalu.

Sara sendiri telah mengatakan bahwa dia bersedia mencalonkan diri sebagai penerus ayahnya, meskipun rencananya masih belum jelas.

Calon Lainnya

Tak hanya mereka, Senator Panfilo Lacson, yang telah mengkritik kampanye antikorupsi Duterte, pada Rabu juga menjadi politisi pertama yang meluncurkan aspirasinya sebagai presiden, dengan ketua Senat, Vicente Sotto, mantan aktor, musisi dan anggota parlemen empat periode, akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden.

Lacson, 73 tahun, mengatakan dalam pidato pencalonannya bahwa korupsi dan obat-obatan terlarang tetap merajalela bahkan ketika Duterte mendekati akhir masa jabatannya, sementara juga mengkritik pemerintah karena diduga mengizinkan Beijing untuk melanggar batas wilayah yang diklaim Filipina di Laut Tiongkok Selatan.

"Negara ini terkubur dalam utang, banyak yang kehilangan pekerjaan, korupsi merajalela dan obat-obatan terlarang masih merajalela," kata Lacson.

Lacson, yang gagal mencalonkan diri sebagai presiden pada 2004, dikenal karena sikap kerasnya terhadap kejahatan dan karena membantu merancang undang-undang antiteror yang kontroversial, yang dikecam oleh para aktivis dan dikhawatirkan dapat digunakan untuk menghancurkan perbedaan pendapat di salah satu negara demokrasi paling liberal di Asia itu.

Berdasarkan jajak pendapat terbaru terkait pilpres Filipina 2022, menunjukkan bahwa Sara Duterte masih unggul, semantara Lacson berada di peringkat terendah. ST/Bloomberg/I-1

Artikel Asli