Covid-19 Hancurkan Upaya Perangi HIV, TB, dan Malaria

koran-jakarta.com | Global | Published at 09/09/2021 00:00
Covid-19 Hancurkan Upaya Perangi HIV, TB, dan Malaria

PARIS - Laporan yang dirilis Global Fund pada Rabu (8/9) menyebutkan pandemi Covid-19 memiliki dampak "menghancurkan" bagi upaya perang melawan HIV, TBC, dan malaria pada tahun 2020.

"Untuk menandai ulang tahun ke-20, kami berharap untuk memfokuskan laporan tahun ini pada kisah-kisah luar biasa tentang keberanian dan ketahanan yang memungkinkan kemajuan yang telah kami capai melawan HIV, TB, dan malaria selama dua dekade terakhir," kata Direktur Eksekutif Global Fund, Peter Sands.

Sand mengatakan angka 2020 memaksa mereka fokus yang berbeda. Mereka mengonfirmasi apa yang dikhawatirkan akan terjadi ketika Covid-19 menyerang.

"Dampak Covid-19 pada perang melawan HIV, TB, dan malaria dan komunitas yang kami dukung telah menghancurkan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah dana global, hasil program utama telah mundur," tutur dia.

Hambat Pengobatan

Menurut badan itu, ada penurunan "signifikan" dalam layanan tes dan pencegahan HIV. Dibandingkan dengan 2019, jumlah orang yang dijangkau dengan pencegahan dan pengobatan HIV turun 11 persen tahun lalu, sementara tes HIV turun 22 persen, menghambat pengobatan baru di sebagian besar negara.

Namun demikian, tambah Sands, jumlah orang yang menerima terapi antiretroviral untuk HIV pada 2020, naik 8,8 persen menjadi 21,9 juta meskipun ada Covid-19.

"Dampak pandemi virus korona pada perang melawan TB di seluruh dunia juga merupakan bencana," kata laporan itu.

Jumlah orang yang diobati untuk TBC yang resistan terhadap obat di negara-negara di mana Global Fund berinvestasi turun "mengejutkan" 19 persen, dengan mereka yang sedang dalam pengobatan untuk TBC yang resistan terhadap obat secara ekstensif mencatat penurunan yang lebih besar yaitu 37 persen.

Badan itu menghitung bahwa sekitar 4,7 juta orang dirawat karena TBC pada 2020, sekitar satu juta lebih sedikit dibandingkan pada 2019. Menurut laporan itu, intervensi untuk memerangi malaria tampaknya tidak terlalu terpengaruh oleh Covid-19 dibandingkan dua penyakit lainnya.

"Berkat upaya adaptasi dan ketekunan serta inovasi petugas kesehatan masyarakat, kegiatan pencegahan tetap stabil atau meningkat dibandingkan tahun 2019," ujarnya.

Jumlah kelambu yang dibagikan meningkat 17 persen menjadi 188 juta dan bangunan yang tertutup oleh penyemprotan residu dalam ruangan meningkat tiga persen. Namun, Global Fund yang menyatukan pemerintah, lembaga multilateral, mitra bilateral, kelompok masyarakat sipil, orang-orang yang terkena penyakit, dan sektor swasta, mengatakan bahwa "respons cepat dan tegas terhadap Covid-19 mencegah hasil yang lebih buruk"

Artikel Asli