Loading...
Loading…
Pelonggaran Pembatasan Aktivitas untuk Membantu Pemulihan Korporasi Indonesia

Pelonggaran Pembatasan Aktivitas untuk Membantu Pemulihan Korporasi Indonesia

Global | wartaekonomi | Rabu, 08 September 2021 - 10:20

Fitch Ratings percaya pelonggaran pembatasan pergerakan baru-baru ini karena pelonggaran kasus harian positif Covid-19 akan mendukung pertumbuhan pemulihan perusahaan Indonesia.

Pembicara dalam diskusi publik yang digelar Fitch Ratings, Selasa (7/9/2021), percaya pemulihan akan dirasakan sebagian besar di sektor-sektor yang bergantung pada permintaan diskresioner dan langkah pelanggan.

Pemerintah Indonesia telah memperbarui pembatasan ketat mulai 3 Juli 2021 untuk memerangi lonjakan baru-baru ini karena varian yang lebih menular, dan telah melonggarkan pembatasan di beberapa daerah yang melaporkan kasus lebih rendah, termasuk Jakarta, sejak 23 Agustus 2021.

Pemulihan jangka pendek perusahaan profitabilitas, arus kas yang meningkat dan kecepatan deleveraging yang lebih cepat akan tergantung pada kemampuan Indonesia untuk terus menekan kasus positif dan mempercepat tingkat vaksinasi yang masih rendah.

Ini adalah kunci bagi Indonesia untuk bergerak lebih dekat ke normal, diterjemahkan ke dalam aktivitas bisnis yang meningkat.

Pemulihan bisnis baru-baru ini dan harga komoditas yang mendukung telah menghasilkan proporsi prospek stabil yang meningkat menjadi 74% (2020: 67%).

Baca Juga :
Pemulihan Ekonomi China Gagal Dorong Ekspor Kawasan Asia

Fitch telah mengambil 18 tindakan downgrade sejauh ini hingga Agustus 2021 (2020: 53), didorong oleh beberapa downgrade pada perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk dan PT Pan Brothers Tbk menjadi 'RD'/'RD(idn)' karena mereka sedang terlilit utang -proses restrukturisasi.

Akses pendanaan dan manajemen likuiditas tetap penting karena besarnya utang yang jatuh tempo di 1H21 dan 2022, meskipun lingkungan pendanaan mereda di 1H21. Penerbit non-investment-grade dan non-pemerintah yang lebih kecil dapat merasa lebih sulit untuk mengumpulkan dana.

Original Source

Topik Menarik