Hati-Hati! Gelombang Ketiga Covid India Diprediksi Bisa Capai 600.000 Kasus Sehari

Global | inewsid | Published at Rabu, 01 September 2021 - 17:30
Hati-Hati! Gelombang Ketiga Covid India Diprediksi Bisa Capai 600.000 Kasus Sehari

NEW DELHI, iNews.id Tragedi gelombang kedua wabah Covid yang mematikan di India masih segar di benak masyarakat di sana. Kini, para ahli kesehatan memperingatkan akan kemunculan gelombang ketiga pandemi yang melanda negara itu dalam beberapa bulan mendatang.

Asosiasi Medis India, organisasi dokter terkemuka di negara itu, pada Juli lalu telah memperingatkan bahwa gelombang ketiga wabah Covid-19 tidak dapat dihindari dan akan segera terjadi. Prediksi itu bukan sekadar kira-kira, melainkan berdasarkan bukti global yang tersedia dan sejarah pandemi.

Pemerintah India pada Selasa (31/8/2021) melaporkan 30.941 kasus baru virus corona dalam 24 jam terakhir. Jumlah itu turun dari rata-rata 40.000 kasus pada hari-hari sebelumnya. Pihak berwenang di sana tak lama lagi akan membuka pasar dan melonggarkan aturan pembatasan yang diberlakukan untuk mengekang penyebaran infeksi.

Berbagai institusi pendidikan juga telah dibuka kembali di sebagian besar negara bagian (provinsi) India.

Terlepas dari pelonggaran pembatasan tersebut, sebuah panel di bawah Kementerian Dalam Negeri India telah memperingatkan bahwa gelombang ketiga Covid-19 dapat melanda negara Asia Selatan itu antara September dan Oktober. Panel itu telah merekomendasikan bahwa Pemerintah Federal India harus meningkatkan cakupan vaksinasi secara signifikan untuk menjinakkan lonjakan infeksi yang akan segera terjadi.

Dalam laporannya ke Kantor Perdana Menteri India, panel tersebut menggarisbawahi adanya sejumlah kebutuhan kritis untuk mengatisipasi gelombang ketiga wabah virus corona. Mulai dari fasilitas pediatrik (kesehatan anak), termasuk dokter, staf, peralatan medis seperti ventilator, hingga ambulans. Panel itu menambahkan bahwa infrastruktur yang tersedia di India sekarang masih jauh dari kata memadai ketika situasi buruk tersebut muncul.

Kepala ilmuwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan, baru-baru ini mengatakan kepada sebuah portal berita bahwa Covid-19 di India mungkin memasuki semacam tahap endemisitas di mana ada penularan dengan tingkat sedang atau rendah terjadi.

Kami tidak melihat jenis pertumbuhan eksponensial dan puncak yang kami lihat beberapa bulan lalu, kata Swaminathan, seperti dikutip kembali Xinhua pada pekan ini.

Menurut dia, meskipun ada kemungkinan bahwa sejumlah besar anak-anak dapat terinfeksi pada gelombang ketiga, mereka tidak mungkin jatuh sakit parah. Selain itu, berdasarkan catatan pandemi Covid sejauh ini, tingkat kematian anak-anak akan jauh lebih sedikit daripada orang dewasa.

Dia menyebutkan secara khusus bahwa tidak perlu panik dengan angka tersebut, meski India disarankan untuk bersiap menghadapi lebih banyak kasus infeksi pada anak-anak.

Saat ini, tingkat vaksinasi di India baru berkisar pada angka 7,6 persen. Sekelompok ahli di Institut Nasional Penanggulangan Bencana India (NIDM) pun mengingatkan, jika tidak ada kenaikan signifikan pada tingkat vaksinasi tersebut, negara itu bisa saja mengalami lonjakan 600.000 kasus Covid dalam sehari dalam gelombang ketiga.

Pekan lalu, menteri kesehatan federal India mengungkapkan bahwa 50 persen dari populasi India yang memenuhi syarat (berusia di atas 18 tahun) telah menerima suntikan dosis pertama vaksin corona. Badan Pengawas Obat India juga telah menyetujui vaksin buatan perusahaan farmasi lokal, Zydus Cadila, diberikan kepada anak-anak di atas 12 tahun, meski upaya itu belum dimulai.

Sementara anggota National Institution for Transforming India, Vinod Paul, belum lama ini mengatakan bahwa dalam gelombang wabah Covid-19 berikutnya, akan ada tingkat rawat inap sebesar 23 persen di seluruh negeri anak benua itu.

Paul, yang juga mengepalai Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah India, memperingatkan bahwa pada September ini, India bisa mengalami lonjakan infeksi 400.000 hingga 500.000 kasus harian secara mengejutkan. Dia pun telah meminta pemerintah federal untuk menyiapkan 200.000 tempat tidur ICU.

Artikel Asli