KBRI Kairo dan ASDIN Dorong UMKM dan Pesantren Aktif Jadi Pelaku Pasar Ekspor ke Mesir

Global | rmol.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 16:12
KBRI Kairo dan ASDIN Dorong UMKM dan Pesantren Aktif Jadi Pelaku Pasar Ekspor ke Mesir

RMOL.Di tengah upaya pemerintah Indonesia untuk menumbuhkan perekonomian nasional berbasis syariah dengan mengedepankan ekspor produk produk halal Indonesia di pasar luar negeri, Mesir menjadi salah satu negara yang potensial sebagai target pasar.

Salah satu strategi yang dapat diupayakan adalah dengan mendorong para UMKM, termasuk yang tergabung dalam kewirausahaan Pesantren yang ada di Indonesia untuk berperan aktif sebagai pelaku pasar yang dapat memperkuat dan meningkatkan perekonomian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis Pesantren.

Menurut Ketua Asosiasi Dagang dan Inkubasi Bisnis Pesantren (ASDIN Pesantren) Indonesia, Zaenul Rofieq, UMKM berbasis pesantren di Indonesia mampu bersaing di pasar nasional bahkan beberapa sudah memiliki akses pasar ekspor.

Hal itu dia sampaikan saat pertemuan dengan Atase Perdagangan KBRI Kairo, Irman Adi Purwanto Moefthi di Pusat Perniagaan Cairo pada Selasa (31/8).

"Saat ini sebagai pilot project, produk produk UMKM Pesantren yang ada di Jawa Barat seperti kopi arabika, kopi robusta, gula aren, briket arang, kayu MDF dan produk makanan minuman lainnya mulai kita promosikan secara berkelanjutan di pasar global dan saat ini sedang mulai masuk ke pasar Mesir," kata Rofieq.

Pada kesempatan yang sama, Atase Perdagangan KBRI Kairo, Irman Adi mengapresiasi ASDIN Pesantren untuk terus meningkatkan kualitas produksi yang ada di lingkungan Pesantren sehingga bisa terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dia menilai, produk UMKM berbasis Pesantren dapat memenuhi kebutuhan domestik daerah masing-masing juga dapat memenuhi permintaan ekspor.

"Keberadaan KBRI Kairo berupaya memfasilitasi agar produk UMKM berbasis Pesantren ini mendapatkan mitra strategis dan buyer potensial sehingga produk UMKM Pesantren dikenal baik dan pelanggan memiliki keinginan untuk membeli," ujar Irman Adi, sebagaimana keterangan yang diterima redaksi pada Rabu (1/9).

Selain itu, Atdag Kairo Zainurrofieq mendukung bila para pelaku usaha di Mesir yang sudah punya kaitan bisnis dengan ASDIN Pesantren untuk membuka mini market atau kafe khusus produk Indonesia sebagai showroomproduk Indoneaia tersebut.

Selain pihak ASDIN Pesantren, Go Export, dan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) yang diwakili Zainurrofieq, hadir pula dalam kesempatan tersebut dua perwakilan perusahaan grup Mesir yaki Akram Samy dari PT. Dream World, perusahaan tour and travelserta ekspor impor dan Ali dari Bloom Company, perusahaan importir kurma, minyak dan buah zaitun.

Akram, yang merupakan CEO Dream world serta pemilik brand cafe Mr. Mix menyatakan siap bekerjasama dengan ASDIN Pesantren untuk membuka cafe dan minimarket produk Indonesia di Kota Kairo yang dekat dengan komplek pemukiman mahasiswa Indonesia di Mesir itu.

Sedangkan menurut Rofieq, ASDIN Pesantren dan komunitas Go Export dan SEP sengaja melakukan percepatan program membuka pasar Timur Tengah dengan menjadikan Mesir sebagai pasar awal dan utama adalah untuk juga menstimulasi produk produk Pesantren untuk bisa Go Internasional.

"Di antara program ASDIN Pesantren adalah mengangkat kemampuan SDM Pesantren dalam mengisi peluang-peluang Internasional yang pada prakteknya ada dibawah bimbingan Kedutaan dan masyarakat Indonesia di negara tersebut, maka Kami sangat berterimakasih atas kesiapan KBRI Kairo yang telah membantu ASDIN Pesantren dalam menjalankan programnya ini" tutur Rofieq. []Percakapan telepon terakhir antara Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sebelum dilengserkan, tidak pernah menduga bahwa Taliban akan mengambilalih kekuasaan di Afghanistan.

Hal itu tercermin dalam transkrip pembicaraan telepon terakhir keduanya yang ditinjau oleh Reuterspada Rabu (1/9). Pembicaraan telepon itu dilakukan pada tanggal 23 Juli 2021, atau sebelum Taliban merebut kekuasaan di Kabul, dan berlangsung selama sekitar 14 menit.

Transkrip itu dibuat dari materi audio percakapan asli yang disediakan dari sumber dengan syarat anonim karena tidak berwenang untuk mendistribusikannya.

Pada saat itu, Biden dan Ghani membahas bantuan militer, strategi politik, dan taktik pengiriman pesan. Namun, baik Biden maupun Ghani tampaknya tidak menyadari atau siap menghadapi bahaya langsung dari Taliban.

Dalam panggilan itu, Biden menawarkan bantuan jika Ghani dapat secara terbuka memproyeksikan bahwa dia memiliki rencana untuk mengendalikan situasi yang meningkat di Afghanistan.

Kami akan terus memberikan dukungan udara jarak dekat, jika kami tahu apa rencananya, kata Biden.

Beberapa hari sebelum panggilan itu dilakukan, Amerika Serikat melakukan serangan udara untuk mendukung pasukan keamanan Afghanistan. Hal itu dianggap oleh Taliban telah melanggar perjanjian damai Doha.

Selain itu, Biden juga menyarankan Ghani untuk mendapatkan dukungan dari orang-orang Afghanistan yang kuat untuk strategi militer ke depan serta menempatkan seorang pejuang yang bertanggung jawab atas upaya tersebut. Dia merujuk pada Menteri Pertahanan Jenderal Bismillah Khan Mohammadi.

Biden juga memuji angkatan bersenjata Afghanistan, yang dilatih dan didanai oleh pemerintah Amerika Serikat.

Anda jelas memiliki militer terbaik, katanya kepada Ghani.

Anda memiliki 300 ribu pasukan bersenjata lengkap versus 70-80 ribu dan mereka jelas mampu bertarung dengan baik," tambahnya.

Beberapa hari kemudian, militer Afghanistan mulai bergerak melintasi ibu kota provinsi di negara itu sebelum akhirnya menguasai Kabul pada 15 Agustus. []

Artikel Asli