Taliban Ingin Afghanistan Punya Hubungan Diplomatik dengan Amerika

Global | inewsid | Published at Rabu, 01 September 2021 - 13:27
Taliban Ingin Afghanistan Punya Hubungan Diplomatik dengan Amerika

KABUL, iNews.id - Taliban ingin memperbaiki hubungan dengan dunia internasional, termasuk Amerika Serikat, setelah merebut pemerintahan Afghanistan kembali. Pernyataan itu disampaikan menjelang pengumuman pemerintahan baru Afghanistan dalam waktu dekat.

Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid menegaskan negara Afghanistan atau Imarah Islam akan menjajaki hubungan diplomatik dengan AS.

"Imarah Islam ingin memiliki hubungan dan (kerja sama) diplomatik yang baik dengan Amerika," kata Mujahid.

Pada Senin lalu AS secara resmi mengakhiri perang 20 tahun ditandai dengan pemulangan gelombang terakhir pasukan dari bandara Kabul. Perang terpanjang AS di Afghanistan itu telah merenggut hampir 2.500 nyawa tentara Paman Sam serta sekitar 240.000 warga Afghanistan. Total biaya perang mencapai 2 triliun dolar AS.

Mujahid menambahkan pertemuan Dewan Pimpinan selama 3 hari di kota kelahiran Taliban, Kandahar, menghasilkan beberapa keputusan penting. Pertemuan tersebut di bawah bimbingan langsung pemimpin tertinggi Taliban Haibatullah Akhundzada.

Konsultasi juga terjadi soal pembentukan pemerintahan dan kabinet baru Afghanistan.

Menurut Mujahid, pertemuan juga membahas berbagai aspek soal kebijakan keamanan umum dan perlakuan terhadap masyarakat.

Sejumlah keputusan diambil terkait perlindungan barang dan infrastruktur umum serta perlakuan yang baik terhadap masyarakat dan pemberian fasilitas kepada mereka, kata Mujahid.

Taliban harus bergerak cepat dan berupaya keras menstabilkan kondisi Afghanistan setelah negara itu ditinggal pemerintahan lama serta sekutu Baratnya. Bisa dibilang Taliban harus memulai dari dari awal untuk menata pemerintahan.

Mereka harus memastikan berfungsinya pemerintahan dan tugas utama adalah memastikan berfungsinya kembali infrastruktur penting, seperti mengaktifkan kembali bandara, membendung kenaikan harga kebutuhan pokok, dan mencegah krisis ekonomi setelah AS menghentikan bantuan. Selain itu mereka harus menghindari perang saudara dengan milisi etnis dan lokal serta ISIS-K.

Artikel Asli