Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak, Tertinggi dalam 1 Bulan Terakhir

Global | katadata.co.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 08:53
Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak, Tertinggi dalam 1 Bulan Terakhir

Singapura melaporkan lonjakan kasus Covid-19, dengan mencatat 156 kasus baru yang ditularkan secara lokal pada Selasa (31/8). Jumlah tersebut merupakanyang tertinggi dalam kurun waktu lebih dari satu bulan terakhir.

Dilansir dari Channel News Asia, menurut data harian Kementerian Kesehatan Singapura (MOH),26 dari kasus baru terkait dengan kluster staf pertukaran bus, yang kini telah berkembang menjadi total 276 infeksi di delapan kluster. Kemudian, sebelas dari kasus baru berasal dari kluster Bugis Junction, yang sekarang memiliki 222 kasus.

Dari 156 kasus baru yang dilaporkan pada Selasa (31/8), Dari kasus baru yang dilaporkan pada hari Selasa, 48 infeksi terkait dengan kasus sebelumnya dan telah ditempatkan di karantina. Sedangkan 29 infeksi terkait lainnya terdeteksi melalui pengujian pengawasan.

Kementerian Kesehatan Singapura mengungkapkan, di antara kasus baru tersebut, dua kasus di atas usia 70 tahun yang tidak divaksinasi atau baru divaksinasi dosis pertama, dan berisiko sakit serius.
Kasus baru Covid-19 pada Selasa (31/8) merupakanjumlah harian tertinggi dari kasus penularan lokal sejak 22 Juli lalu, ketika Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 162 kasus.

Sejak munculnya pandemi Covid-19 pada 2020 lalu, total kasus infeksi yang dilaporkan oleh Singapura mencapai 67.620 kasus dengan kasus kematian menembus 55 jiwa.

Sementara itu, Singapura sudah memberikan 8,7 juta dosis vaksin Covid-19 di bawah program vaksinasi nasional, dengan lebih dari 4,3 juta orang telah menyelesaikan vaksinasi penuh pada Senin (30/8).

Selain itu, 167.242 dosis vaksin lain yang diakui dalam daftar penggunaan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah diberikan pada Senin (30/8), mencakup 85.688 orang.

Secara total, 80% populasi Singapura telah menyelesaikanvaksinasi lengkap atau menerima dua dosis vaksin Covid-19, sementara sebanyak 83% telah menerima setidaknya satu dosis.

Diketahui, Pemerintah Singapura berencana membuka kembali berbagai kegiatan di negaranya serta akan hidup berdampingan dengan Covid-19 layaknya penyakit umum seperti influenza setelah capaian vaksinasi warganya sudah 80%.

Pemerintah Singapura akan melonggarkan lebih banyak pembatasan seperti perjalanan, pertemuan sosial, acara massal dan makan di tempat pada September. Singapura juga akan memudahkan akses masuk bagi warga negara asing serta wisatawan yang telah divaksinasi.

Pertemuan sosial juga akan dilonggarkan yang sebelumnya dibatasi dua orang menjadi lima orang. Acara massal seperti pertunjukan langsung akan diizinkan untuk menerima hingga 500 peserta, asalkan semuanya divaksinasi. Jumlah ini akan dinaikkan menjadi 1.000 peserta jika persentase vaksinasi meningkat.

Melonjaknya kasus Covid-19 di Singapur bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Perekonomian Singapuratumbuh 14,3% pada kuartal II-2021 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya ( year-on-year ). Pertumbuhan ini menunjukkan Singapura telah bangkit dari resesi, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak kuartal II-2010.

Kementerian Industri dan Perdagangan Singapura mengatakan pertumbuhan ekonomi yang menguat sebagian besar disebabkan oleh basis yang rendah pada kuartal II-2020. Saat itu, pemerintah menerapkan karantina wilayah, sehingga ekonomi terkontraksi 13,3% secara tahunan.

Ekonomi Singapura pun berangsur membaik setelahnya, meski masih dalam fase kontraksi. Pertumbuhan ekonomi Negeri Singa tercatat sebesar -5,8% pada kuartal III-2020 dan -2,4% pada kuartal IV-2020. Angkanya baru tumbuh positif pada kuartal lalu, yakni 1,3%.

Artikel Asli