Rayakan AS Dan Sekutu Hengkang Dari Afghanistan Taliban Pesta Tembakin Peluru

Global | rm.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 06:20
Rayakan AS Dan Sekutu Hengkang Dari Afghanistan Taliban Pesta Tembakin Peluru

Rentetan tembakan, bergema di hampir seluruh wilayah Kabul, Afghanistan, saat Taliban memasuki bandara Kabul. Ini perayaan berakhirnya misi Amerika Serikat (AS) di Afghanistan.

Dalam sebuah rekaman video yang dibagikan kelompok Taliban, terlihat para milisi memasuki Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, usai pasukan AS terakhir lepas landas pada 30 Agustus 2021. Hanya satu menit sebelum tengah malam. Ini menandai berakhirnya perang 20 tahun di negara itu.

Beberapa gambar yang dibagikan Angkatan Darat AS menunjukkan, tentara terakhir yang menaiki penerbangan evakuasi adalah Mayor Jenderal Chris Donahue. Ia adalah Komandan Divisi Lintas Udara ke-82. Tentara AS terakhir telah meninggalkan bandara Kabul dan negara kami memperoleh kemerdekaan penuh, kata Juru Bicara Taliban Qari Yusuf, dilansir Reuters, kemarin.

Perang dua dekade itu dinilai malah membuat Taliban lebih kuat dari sebelumnya. Perang terpanjang yang pernah dijalani AS menjadi pertaruhan luar biasa. Hampir 2.500 tentara AS dan sekitar 240 ribu warga Afghanistan tewas. Juga menelan biaya sekitar 2 triliun dolar AS atau sekitar Rp 28.556 triliun.

Dalam perang itu, AS memang berhasil menggulingkan Taliban dari kekuasaan. Dan membuat wilayah Afghanistan tidak lagi digunakan sebagai pangkalan milisi Al Qaeda untuk menyerang AS.

Tapi di akhir perang, Taliban malah kembali berkuasa. Bahkan, mereka kini bisa mengendalikan lebih banyak wilayah Afghanistan dibanding saat mereka berkuasa sebelumnya, pada 1996-2001.

Tahun-tahun saat berkuasa, Taliban dituding menjalankan hukum yang ketat. Kini, dunia menanti, apakah Taliban menepati janjinya menjalankan negara yang lebih moderat dan inklusif.

Jenderal Frank McKenzie, Kepala Komando Pusat AS mengkonfirmasi, penyelesaian penarikan dan upaya militer untuk mengevakuasi warga Amerika dan warga Afghanistan dari negara yang dijuluki Graveyard of Empires itu.

Sementara evakuasi militer selesai, misi diplomatik untuk memastikan tambahan warga AS dan warga Afghanistan yang memenuhi syarat yang ingin pergi terus berlanjut. Penarikan malam ini menandakan akhir dari komponen militer dan akhir misi hampir 20 tahun yang dimulai tak lama setelah 11 September 2001, kata McKenzie kepada wartawan.

Sekitar 122.000 orang dievakuasi dari Afghanistan. Termasuk sekitar 6.000 warga Amerika. Taliban tidak diberitahu sebelumnya tentang jadwal pesawat AS terakhir akan meninggalkan bandara. Tetapi McKenzie mengatakan, kelompok itu sangat membantu dan berguna bagi AS saat menutup operasinya.

Semua pasukan Afghanistan yang membantu upaya evakuasi, serta keluarga mereka, juga dievakuasi dari negara itu menjelang penarikan AS.

Selain menandakan berakhirnya upaya militer AS di Afghanistan, pengumuman McKenzie juga menandai berakhirnya kendali AS atas bandara, tempat hampir semua upaya evakuasi internasional dijalankan.

Militer Amerika mengambil alih kendali bandara pada 14 Agustus 2021 di tengah keruntuhan militer dan Pemerintah Afghanistan. Kini, bandara Afghanistan telah dikuasai Taliban. Dilansir media Turki, Anadolu, PBB menekankan bahwa area tersebut tetap terbuka untuk memfasilitasi pengiriman bantuan internasional yang sangat dibutuhkan ke negara itu.

Namun McKenzie menambahkan, ia tidak memiliki angka pasti untuk jumlah warga Amerika yang masih ada di Afghanistan, serta warga Afghanistan yang ingin keluar. Saya yakin kami akan bisa mengeluarkan mereka. Kami juga akan bernegosiasi dengan sangat keras dan sangat agresif untuk mengeluarkan mitra Afghanistan kami yang lain, tegasnya.

Fase militer sudah berakhir, tetapi keinginan kami untuk membawa orang-orang ini keluar tetap sekuat sebelumnya. Senjata baru saja bergeser, jika Anda mau, dari ranah militer ke ranah diplomatik, dan Departemen Luar Negeri sekarang akan mengambil alih kepemimpinan, tambahnya.

Sementara Presiden AS Joe Biden, membela keputusannya untuk tetap pada batas waktu penarikan pasukan AS. Sekarang, kehadiran militer kami selama 20 tahun di Afghanistan telah berakhir, kata Biden.

Dia mengatakan, AS telah lama mencapai tujuan yang ditetapkan. Yakni menggulingkan Taliban pada 2001. Karena menyembunyikan militan Al Qaeda yang mendalangi serangan 11 September di AS.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Anthony Blinken mengatakan, AS akan bekerja sama untuk membuka kembali Bandara Kabul bagi penerbangan sipil. Berbicara pada Senin malam waktu AS, dia mendesak Taliban menghormati komitmennya, bahwa siapapun yang ingin meninggalkan Afghanistan akan diizinkan. [PYB]

Artikel Asli