Loading...
Loading…
Mantan Menteri Senior Azmin Ali Digosipin Bakal Jadi Wakil PM Malaysia

Mantan Menteri Senior Azmin Ali Digosipin Bakal Jadi Wakil PM Malaysia

Global | rm.id | Selasa, 24 Agustus 2021 - 15:38

Menteri Senior era Muhyiddin Yassin yang juga Anggota Parlemen Gombak, Azmin Ali kini ramai digosipkan menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia, untuk mendampingi Ismail Sabri Yaakob.

"Besar kemungkinan, Azmin Ali akan menjadi Wakil Ismail," ujar sumber Bersatu, seperti dikutip Malaysiakini, Selasa (24/8).

Sementara 3 sumber Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang berada di dewan tertinggi, 2di antaranya merupakan anggota parlemen, juga mengklaim Azmin akan menduduki jabatan tersebut.

Sedangkan 2 sumber di faksi Umno yang berlawanan mengungkap, skenario ini sedang direncanakan untuk menghindari pembelotan.

Kedua sumber itu menyebut, Azmin mengancam akan menarik dukungan terhadap pemerintahan Ismail, jika tidak diberi kursi Wakil Perdana Menteri.

Kembalinya UMNO

Ismail Sabri didaulat menjadi PM Malaysia ke-9, setelah meraup 114 dukungan anggota parlemen. Ia menggantikan Muhyiddin Yasin yang lempar handuk pada Senin (16/8), setelah kehilangan dukungan mayoritas anggota parlemen.

Terpilihnya Ismail Sabri menandai momen kembalinya UMNO ke dalam panggung politik utama Malaysia, hanya dalam tempo 3 tahun.

Seperti diketahui, sejak merdeka pada tahun 1957 hingga 2018, Malaysia diperintah oleh Perdana Menteri yang seluruhnya berasal dari UMNO. Setelah itu, dua perdana menteri berasal dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) dengan 2 aliansi: Mahathir Mohamad (Pakatan Harapan) dan Muhyiddin Yassin (Perikatan Nasional).

Bukan Model Penghasut

Analis politik setempat mengatakan, penting bagi Ismail Sabri untuk segera membentuk dan menjalankan kabinetnya, untuk mempercepat penanganan Covid dan mengatasi berbagai masalah ekonomi.

Tiga bulan berikutnya, harus dilakukan evaluasi terhadap janji-janji yang telah disampaikan.

Profesor Syamsul Amri Baharuddin dari UKM Institue of Ethnic Studies berharap, Ismail Sabri bisa membentuk kabinet yang sedikit berbicara, namun mampu bekerja lebih banyak.

Apalagi, selama ini, Ismail Sabri tak identik dengan model politisi penghasut khas UMNO. Serta tidak berasal dari sekolah bergengsi dan elit yang menjadi tempat banyak pemimpin puncak UMNO berasal.

"Namun, dia dapat menjadi vokal dan tegas ketika dia mau. Seperti yang kita lihat, ketika dia memimpin anggota parlemen Barisan Nasional yang menentang ketua koalisi dan presiden partainya sendiri. Demi mempertahankan dukungan terhadap mantan Perdana Menteri Muhyiddin," jelas Syamsul Amri, seperti dikutip The Straits Times , Selasa (24/8).

Kabinet Harus Ramping

Ismail Sabri diprediksi akan mengangkat Wakil Presiden UMNO Mohamad Hassan sebagai senator, untuk memastikan dukungan terhadapnya.

"Sebelum mengumumkan susunan lengkap kabinet, Ismail Sabri tampaknya akan mengisi beberapa jabatan menteri senior," imbuhnya.

Sementara itu, Dr Mazlan Ali dari Universiti Teknologi Malaysia mengatakan, kabinet baru harus terlihat bekerja untuk rakyat.

Kabinet harus ramping. Jangan terlalu banyak portofolio. Jangan dibebani terlalu banyak jabatan, seperti dua wakil menteri untuk satu jabatan menteri, ujarnya.

"Tiga bulan ini akan menjadi fase \'lakukan atau mati\' yang sangat kritis bagi Perdana Menteri. Dia harus melakukan perubahan kabinet,sehingga tidak diberhentikan sebagai Perikatan 2.0," pungkas Mazlan Ali. [HES]

Original Source

Topik Menarik