Lika-liku Evakuasi WNI di Kabul, Izin Mendarat Pesawat TNI AU Sempat Ditarik

wartaekonomi | Global | Published at Minggu, 22 Agustus 2021 - 07:55
Lika-liku Evakuasi WNI di Kabul, Izin Mendarat Pesawat TNI AU Sempat Ditarik

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyambut rombongan evakuasi WNI dari Kabul, Afghanistan, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (21/8/2021) dini hari.

Rombongan itu terdiri dari 26 WNI, 5 warga negara Filipina, dan 2 warga negara Afganistan (1 suami dari WNI dan 1 lagi perempuan staf KBRI).

"Alhamdulillah, pada dini hari ini, warga negara Indonesia dari Afghanistan telah kita evakuasi, dan baru saja tiba dengan selamat di Jakarta," kata Retno dalam konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang ditayangkan via YouTube Kementerian Luar Negeri, Sabtu (21/8).

"Semua evacuee dan tim evakuasi akan langsung menjalani protokol kesehatan, sesuai aturan ketibaan dari luar negeri," imbuhnya.

Retno mengungkap, rencana evakuasi ini dirancang dan dipersiapkan dengan matang selama beberapa hari, secara hati-hati, dan low key.

"Kehati-hatian dan sifat low key ini diperlukan, mengingat adanya dinamika lapangan yang sangat tinggi, dan situasi yang sangat cair. Semua kehati-hatian ini harus kita lakukan demi keselamatan WNI dan evacuee lainnya. Serta demi kelancaran misi evakuasi secara keseluruhan," papar Retno.

Awalnya evakuasi direncanakan menggunakan pesawat sipil. Namun, rencana tersebut disesuaikan karena kondisi lapangan yang berubah.

Sesuai koordinasi dengan Panglima TNI, evakuasi diputuskan menggunakan pesawat militer. Selama persiapan, koordinasi erat terus dilakukan dengan kementerian/lembaga terkait.

"Semua langkah persiapan, terus dilaporkan kepada Bapak Presiden. Laporan terakhir langsung saya sampaikan kepada Bapak Presiden, tanggal 18 Agustus pagi hari. Kemarin saya juga sampaikan briefing di depan Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri, Wakil Kepala BIN, dan KSP," jelas Retno.

Pesawat evakuasi TNI AU akhirnya berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta pada 18 Agustus 2021, sekitar pukul 06.00 WIB. Dengan rute Jakarta-Aceh-Kolombo-Karachi-Islamabad-Kabul.

Retno menerangkan, pesawat dirancang bermalam di Islamabad. Mengingat pendeknya waktu penerbangan Islamabad-Kabul yang tak sampai 1 jam.

Selain itu, pesawat juga dapat bergerak cepat, jika sewaktu-waktu diberikan kesempatan landing.

"Banyak proses evakuasi, banyak hal yang dilakukan secara pararel, bukan one after another. Oleh karena itu, begitu pesawat take off dari Bandara Halim Perdana Kusumah, maka kami yang ada di darat melanjutkan mengurus perizinan yang masih tersisa. Termasuk, izin lintas udara dan landing di Kabul," beber Retno.

"Alhamdulillah, izin lintas udara dapat diperoleh. Pesawat berhasil mendarat di Islamabad pada 18 Agustus 2021 pukul 20.27 waktu setempat. Pemerintah pun terus mengurus koordinasi untuk mengurus izin landing pesawat di Bandara Hamid Karzai, Kabul."

"Semula, kita sudah berhasil mempunyai slot pendaratan untuk 19 Agustus pagi sekitar pukul 04.10 waktu setempat. Namun, izin tersebut ditarik dan ditunda karena adanya perkembangan lapangan yang tidak kondusif."

"Perubahan yang sangat cepat menggambarkan dinamika di lapangan yang terus berubah. Dengan situasi baru ini, berarti kita harus mengurus izin baru lagi," ujar Retno.

Koordinasi intensif kemudian dioptimalkan, baik secara internal dan eksternal, dari 18 Agustus malam hingga 20 Agustus dini hari, untuk evakuasi hingga mengurus ulang izin mendarat di Bandara Hamid Karzai, Kabul.

Tak hanya itu, Retno juga berkoordinasi lintas negara dengan Menlu Turki, Menlu Norwegia, pihak Belanda, Amerika Serikat dan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

"Proses ini benar-benar sebuah proses yang tidak mudah dan memerlukan koordinasi yang kuat," kata Retno.

Izin mendarat di Kabul akhirnya diterbitkan. Tim evakuasi kemudian bersiap berangkat menuju Afghanistan pada pukul 20 Agustus pukul 04.10, dan tiba di Kabul pukul 05.17 waktu setempat.

Awalnya, pesawat TNI AU hanya berhenti 30 menit di Bandara Hamid Karzai. Namun, menjadi 2 jam karena dinamika lapangan.

Pesawat evakuasi WNI akhirnya mendarat di Bandara Halim Perdana Kusumah pada Sabtu (21/8) dini hari.

Artikel Asli