Tak Percaya Taliban Cepat Kuasai Afghanistan, AS Akui Salah Perhitungan

okezone | Global | Published at 16/08/2021 14:30
Tak Percaya Taliban Cepat Kuasai Afghanistan, AS Akui Salah Perhitungan

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan pemerintahannya pada Minggu (15/8) berjuang untuk menjaga ketertiban di tengah chaos-nya AS dan negara asing lainnya untuk mengevakuasi warga mereka di Afghanistan ketika pejuang Taliban memasuki Kabul.

Kejatuhan pasukan nasional dan pemerintah Afghanistan yang cepat telah mengejutkan Biden dan anggota senior pemerintahannya. Sebelumnya pemerintahan Biden percaya jika perlu waktu berbulan-bulan sebelum pemerintah sipil di Kabul jatuh ke tangan Taliban.

Sekarang, beberapa bulan setelah deklarasi awalnya bahwa 2.500 tentara AS akan keluar dari Afghanistan pada akhir musim panas, total 6.000 tentara diharapkan membantu memfasilitasi evakuasi usai Taliban menguasai Afghanistan.

Dan para pejabat terus terang mengakui bahwa mereka salah perhitungan.

"Faktanya adalah kita telah melihat bahwa pasukan itu tidak mampu membela negara," terang Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan kepada Jake Tapper CNN tentang "State of the Union," mengacu pada pasukan keamanan nasional Afghanistan.

"Dan itu terjadi lebih cepat dari yang kita perkirakan, lanjutnya.

Menurut seorang pejabat senior pemerintah, Biden diperkirakan akan berbicara dalam beberapa hari ke depan tentang krisis di Afghanistan, meskipun keputusan akhir tentang pidato belum dibuat dan Presiden belum mempersingkat kunjungan liburan musim panasnya ke Kamp David.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNN pada Minggu (15/8) bahwa Presiden telah berbicara dengan anggota tim keamanan nasionalnya tentang situasi di Afghanistan dan akan terus menerima pembaruan dan pengarahan sepanjang hari.

Artikel Asli