Mundur, Muhyiddin Tetap Jadi PM Sementara Sampai Pengganti Ditetapkan

rm.id | Global | Published at 16/08/2021 15:56
Mundur, Muhyiddin Tetap Jadi PM Sementara Sampai Pengganti Ditetapkan

Setelah 17 bulan menduduki kursi Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin resmi mengajukan pengunduran dirinya kepada Raja Sultan Abdullah Senin siang ini (16/8).

Meski sudah melepaskan jabatannya, Muhyiddin tetap diminta menjabat sebagai PM sementara sampai penggantinya berhasil dilantik. Mengutip Istana Raja Malaysia dalam sebuah pernyataan dikutip MalayKini, Muhyiddin akan tetap menjadi PM sementara sesuai aturan negeri jiran.

Kini, Malaysia tengah memilah siapa yang kira-kira bisa menggantikan Muhyiddin dan mengatur Malaysia yang tengah dalam krisis pandemi Covid-19 dna krisis ekonomi. Sebelumnya sejumlah nama muncul di antaranya politisi Malaysia Anwar Ibrahim.

Belum diketahui siapa yang akan menjadi pengganti Muhyiddin, mengingat tidak ada yang memiliki mayoritas mutlak di parlemen, atau apakah pemilu dapat diadakan saat pandemi. Penunjukkan PM Malaysia yang baru juga dapat dilakukan oleh Raja Sultan Abdullah dari para perwakilan terpilih, berdasarkan siapa yang menurutnya paling mungkin untuk memimpin mayoritas. Usai PM Malaysia mundur, kursi nomor satu diperkirakan akan kembali ke UMNO yang dikenal sebagai partai tua dan besar di Malaysia.

Sebelumnya, Muhyiddin mengatakan, pengunduran dirinya karena minimnya suara di parlemen. Dia menambahkan, warga masih menginginkannya memerintah namun aturan itu membuatnya tak bisa melanjutkan kekuasaan. "Ini kehendak kelembaagaan dan saya patuh," ujar Muhyiddin dalam keterangan langsung yang disiarkan televisi lokal.

Muhyiddin mengaku sudah melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan posisinya dan memperbaiki Malaysia. Namun, katanya, dia tidak berhasil karena ada sejumlah pihak yang rakus. Tak diketahui kemana tudingan ini diarahkan. "Hari ini hari terakhir saya sebagai perdana menteri dan saya ridho," katanya lagi.

Menteri Sains Khairy Jamaluddin juga menulis di Instagramnya. "Kabinet telah mengajukan pengunduran diri kami", tak lama setelah Muhyiddin meninggalkan istana setelah bertemu raja. Pemerintahan Muhyiddin, yang mengambil alih kekuasaan pada Maret 2020, menghadapi tekanan dari oposisi dan publik yang geram dengan penanganan Covid-19. [ DAY ]

Artikel Asli