Pria Gagal Merampok karena Tulisan Jelek

rm.id | Global | Published at 16/08/2021 07:39
Pria Gagal Merampok karena Tulisan Jelek

Seorang pria di Inggris, gagal menjalankan aksi perampokan di bank. Hal itu terjadi karena hal sepele, yakni tulisan tangannya jelek sehingga kasir bank tidak bisa membaca ancamannya.

Pria bernama alan Slattery itu dituntut atas beberapa kali upaya perampokan di East Sussex, Inggris.

Namun aksinya tak selalu mulus. Hanya satu aksi perampokan nya yang sukses mendapatkan hasil yakni sebesar 3.300 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 47,4 juta. Sedangkan dua upaya lainnya gagal.

Upaya perampokannya yang pertama dilakukan Slattery di Nlationwide Building Society pada 18 Maret 2021. Ia menyelipkan sebuah kertas ke petugas kasir. Tapi, dia keluar tanpa mendapatkan yang diinginkannya karena teller tidak dapat membaca tulisannya.

Namun setelah dia pergi, staf mengetahui bahwa catatan itu sebenarnya berisi ancaman. Isinya bertuliskan, "Pengamanan anda tidak akan menghentikan apa yang saya dapatkan. Serahkan saja 10an dan 20an (dolar), Pikirkanlah tentang pelanggan."

Polisi memastikan kegagalan perampokan karena tulisan pelaku jelek. "Ancaman dengan tulisan tangan Slattery yang buruk menggagalkan usahanya untuk merampok bank," ujar Polisi Sussex, dikutip dari New York Post, kemarin.

 

Kendati upaya pertama gagal, Slattery tetap melakukan upaya perampokan dengan cara yang sama. Pada 26 Maret lalu, dia kembali menyelipkan catatan ke teller di Nationwide Building Society.

Teller itu bisa membaca tulisannya dan menyerahkan uang tunai sekitar 3.300 dolar AS. Slattery lalu melakukan upaya lagi di bank NatWest pada 1 April 2021.

Dengan cara yang sama tapi kali ini teller memberikan perlawanan, hingga akhirnya Slattery pulang dengan tangan kosong.

Polisi berhasil menangkap Slattery setelah mencocokkan tulisannya dengan kertas yang ada di rumahnya. "Di rumahnya, kami menemukan catatan yang ditempel sama dengan aksi sebelumnya," pernyataan polisi.

Slattery akhirnya dijatuhi hukuman empat tahun pejara. Dan, selama dua tahun di bawah pengawasan Pengadilan Lewes Crown pada 16 Juli lalu. [ PYB ]

Artikel Asli