Industri Luar Angkasa Swasta Tiongkok Menantang Amerika Serikat

koran-jakarta.com | Global | Published at 16/08/2021 01:30
Industri Luar Angkasa Swasta Tiongkok Menantang Amerika Serikat

ITHACA - Ledakan startup luar angkasa di Tiongkok mendorong inovasi teknologi, membuka pasar baru di seluruh dunia, dan memperluas pengaruh negara. Keberhasilan Tiongkok dalam industri luar angkasa menjadi bagian yang semakin penting dari upaya negara itu melengserkan AS sebagai kekuatan luar angkasa terkemuka di dunia.

Capaian Tiongkok tahun ini, termasuk mengirim penjelajah ke Mars, membawa batu bulan kembali ke bumi, dan menguji kendaraan awak generasi berikutnya yang akan membawa taikonaut ke orbit, dan mungkin suatu hari nanti ke bulan.

Tetapi, ada beberapa pencapaian yang mungkin tidak diperhatikan oleh seluruh dunia. Salah satunya, peluncuran Ceres-1 pada 7 November, roket baru yang tingginya hanya 62 kaki, mampu membawa 770 pon muatan ke orbit rendah bumi. Peluncuran itu mengirim satelit komunikasi Tianqi 11 ke luar angkasa.

Sekilas, peluncuran Ceres-1 oleh perusahaan swasta Galactic Energy ini mungkin tampak biasa-biasa saja. Ceres-1 tidak dibangun dan diluncurkan oleh program nasional Tiongkok. Itu adalah roket komersial, kedua dari swasta Tiongkok yang pernah pergi ke luar angkasa.

Tonggak Sejarah

Peluncuran itu terjadi kurang dari tiga tahun setelah perusahaan itu didirikan. Pencapaian tersebut merupakan tonggak sejarah bagi industri luar angkasa swasta Tiongkok yang masih muda, tetapi berkembang pesat.

Persaingan antara AS dan Tiongkok, yang program luar angkasanya telah melonjak selama dua dekade terakhir adalah apa yang kebanyakan orang maksudkan ketika mereka merujuk pada perlombaan ruang angkasa abad ke-2.

Tiongkok akan membangun stasiun luar angkasa baru akhir tahun ini dan kemungkinan akan mencoba mengirim taikonautnya ke bulan, sebelum dekade berakhir. Tetapi, gambaran proyek-proyek besar ini hanya mewakili satu aspek dari ambisi luar angkasa negara itu.

Tiongkok sekarang semakin fokus pada industri ruang komersial juga. Bisnis luar angkasa swasta yang berkembang di negara ini kurang fokus membawa prestise bagi bangsa dan lebih peduli dengan pengurangan biaya penerbangan luar angkasa, meningkatkan pengaruh internasionalnya, dan menghasilkan uang.

"Negara benar-benar hebat dalam proyek-proyek besar dan ambisius seperti pergi ke bulan atau mengembangkan satelit pengintai besar," kata peneliti Cornell University yang berfokus pada kebijakan luar negeri Tiongkok, Lincoln Hines, baru-baru ini.

"Tapi, itu tidak responsif untuk memenuhi kebutuhan pasar, salah satu cara besar untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi teknologi yang cepat," katanya.

Artikel Asli