Pengusaha Kanada Dihukum Penjara 11 Tahun oleh China atas Tuduhan Mata-Mata

Global | inewsid | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 11:25
Pengusaha Kanada Dihukum Penjara 11 Tahun oleh China atas Tuduhan Mata-Mata

BEIJING, iNews.id - Pengadilan di China, Rabu (11/8/2021), menjatuhkan vonis penjara 11 tahun terhadap pengusaha asal Kanada, Michael Spavor, atas tuduhan melakukan aktivitas mata-mata. Spavor ditangkap pada Desember 2018, beberapa hari setelah otoritas Kanada menangkap bos Huawei, Meng Wanzhou, di Bandara Internasional Vancouver atas permintaan Amerika Serikat (AS).

Pengadilan Dandong juga akan menyita aset pribadi Spavor senilai 50.000 yuan serta akan mendeportasinya, meski tidak disebutkan waktunya.

Pengacara Spavor yang berbasisi di Beijing Mo Shaoping mengatakan, deportasi umumnya dilakukan setelah terpidana menyelesaikan masa hukuman tapi bisa lebih awal untuk kasus-kasus tertentu.

Setelah ditangkap pada 2018, Spavor didakwa atas tuduhan spionase pada Juni 2019. Pengadilan Dandong menggelaar sidang kasusnya hanya 1 hari pada Maret, selanjutnya vonis dijatuhkan pada Rabu.

Keluarga mengatakan pada Maret, tuduhan terhadap Spavor tidak jelas dan belum dipublikasikan. Akses komunikasi antara terdakwa dengan pengacara juga sangat dibatasi.

Spavor bukan satu-satunya orang penting Kanada yang duduk di kursi pesakitan setelah penangkapan Meng. Mantan diplomat Kanada, Michael Kovrig, juga ditahan oleh China pada akhir 2018 atas tuduhan spionase atau beberapa hari setelah penangkapan Meng. Persidangan berakhir pada Maret dan vonis akan dijatuhkan pada tanggal yang belum ditentukan.

Sejak penangkapan Meng, China telah menjatuhkan hukuman mati kepada empat warga Kanada atas tuduhan narkoba. Mereka adalah Robert Schellenberg, Fan Wei, Ye Jianhui, dan Xu Weihong.

Di sisi lain, China menolak anggapan kasus melibatkan warga Kanada di China terkait dengan Meng meskipun negara itu juga memperingatkan soal konsekuensi yang harus ditanggung jika bos Huawei itu tidak dibebaskan.

Meng didakwa terkait transaksi bisnis Huawei dengan Iran melalui HSBC Holdings PLC. Bank tersebut berpotensi dijatuhi hukuman karena melanggar sanksi ekonomi yang diberlakukan AS terhadap Iran.

Namun Meng bersikeras tidak bersalah serta terus melawan upaya ekstradisinya dari tahanan rumah di Vancouver ke AS.

Artikel Asli