Korut Terusik Latihan Militer Korsel Dan AS

Global | rm.id | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 07:19
Korut Terusik Latihan Militer Korsel Dan AS

Rencana latihan militer gabungan (latgab) Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) pekan ini mengusik ketenangan Korea Utara (Korut). Korut melontarkan ancaman.

Kali ini, melalui Kim Yo-jong. Saudara perempuan pemimpin Korut Kim Jong-un. Yo-jong bilang, Korsel akan menghadapi ancaman lebih besar jika latihan itu tetap berjalan.

Korsel dan AS sudah memulai latihan pendahuluan, Selasa (10/8). Targetnya, latihan simulasi komputer yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Korut, salah satu negara yang memiliki senjata nuklir memperingatkan, latihan itu akan menghambat kemajuan dalam meningkatkan hubungan antar-Korea.

Latihan itu adalah tindakan yang tidak diinginkan dan merusak diri sendiri. Yang mengancam rakyat Korut dan meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea, kata Yo-jong, yang dilansir Kantor Berita Korut Korea Central News Agency (KCNA), kemarin.

Dia menegaskan, AS dan Korsel akan menghadapi ancaman keamanan yang lebih serius. Karena menurutnya, kedua negara telah sengaja mengabaikan peringatan berulang dilakukan Korut. Dia juga menuduh Korsel melakukan tindakan berbahaya.

Salah satu ancaman yang dilontarkan, yakni Korut akan menggagalkan upaya Presiden Korsel Moon Jae-in untuk membuka kembali kantor penghubung bersama. Kantor tersebut diledakkan Korut tahun lalu. Korut juga akan menolak mengadakan pertemuan puncak sebagai bagian upaya memulihkan hubungan.

Yo-jong menambahkan, tindakan militer AS menunjukkan, pembicaraan Washington tentang diplomasi adalah kedok munafik untuk melakukan agresi di semenanjung. Menurutnya, perdamaian hanya akan terjadi jika AS membongkar kekuatan militernya di Selatan. Dia mengklaim, pihaknya akan meningkatkan pencegahan total. Termasuk kemampuan menangkal serangan.

Juru Bicara Departemen Pertahanan AS Martin Meiners menolak mengomentari pernyataan Korut. Karena menurutnya, itu bertentangan dengan kebijakan. Kata dia, kegiatan latihan gabungan adalah keputusan bilateral Korsel dan AS. Dan keputusan apa pun akan menjadi kesepakatan bersama, katanya.

Sementara Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan menolak mengomentari latihan pendahuluan selama briefing kemarin. Dia mengatakan, kedua negara masih membahas waktu, skala dan metode latihan reguler.

Sebagai informasi, AS menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korsel. Kebijakan ini merupakan warisan Perang Korea 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata. [PYB]

Artikel Asli