Olimpiade Tokyo Dipuji Biden Popularitas PM Jepang Malah Makin Nyungsep

Global | rm.id | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 05:10
Olimpiade Tokyo Dipuji Biden Popularitas PM Jepang Malah Makin Nyungsep

Olimpiade Tokyo berlangsung sukses dan memanen pujian Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Sayangnya, di dalam negeri popularitas Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga malah merosot.

SUGA mendapatkan ucapan selamat dari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden atas kesuksesan negaranya mengadakan pesta olahraga Terbesar di dunia tersebut. Event yang diadakan pada 23 Juli hingga 8 Agustus lalu, dinilai Biden terlaksana dengan lancar.

Biden juga mendoakan kesuksesan yang sama di ajang Paralimpiade yang akan berlangsung pada 25 Agustus sampai 5 September mendatang. Olimpiade Tokyo diadakan di tengah pandemi Covid-19.

Biden memuji kinerja semua atlet dan menyoroti keberhasilan Olimpiade Jepang dan AS, bunyi pernyataan Gedung Putih, mengutip pembicaraan Biden dengan Suga lewat telepon pada Selasa pagi (10/8), dikutip Kyodo .

Usai teleponan, Suga mengatakan, ia dan Biden juga menegaskan kerja sama untuk lebih memajukan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka di tengah meningkatnya ketegangan dengan China di kawasan itu.

Sayangnya, pujian dari Biden tidak membuat popularitas Suga membaik di mata rakyat Negeri Sakura. Dikutip Reuters , kemarin, survei dari surat kabar Asahi menunjukkan, dukungan kepadanya per Minggu (8/8) hanya di angka 28 persen.

Tak hanya popularitasnya menurun, mayoritas warga Jepang juga tidak ingin Suga bertahan di pemerintahan. Sebanyak 60 persen ingin sang PM mundur dari jabatannya.

Sementara soal Olimpiade Tokyo, sebanyak 56 persen responden menyatakan, penyelenggaraannya sebagai ide bagus. Sedangkan sebanyak 32 persen menyebutnya sebagai ide buruk.

Hasil-hasil tersebut jelas kabar buruk bagi Suga. Dia berambisi memperpanjang masa kepemimpinannya, baik di partai maupun di pemerintahan. Pemilu Jepang direncanakan berlangsung tahun ini.

Menurunnya dukungan kepada Suga dipengaruhi usahanya yang dianggap kurang optimal dalam menangani Covid-19. Termasuk soal vaksinasi yang lamban di tengah serbuan virus Corona varian Delta.

Per Selasa (10/8), Jepang tercatat memiliki 1 juta kasus dan 15 ribu kematian akibat Covid-19. Per harinya, ada 15 ribu kasus. Adapun jumlah warga yang sudah divaksinasi lengkap baru 15,4 persen dari total populasi.

Jumlah penduduk Jepang saat ini adalah 126.048.279 per Selasa, 10 Agustus 2021, berdasarkan data terbaru Worldometer dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). [DAY]

Artikel Asli