Bangladesh Mulai Vaksinasi Ribuan Pengungsi Rohingya

Global | republika | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 02:50
Bangladesh Mulai Vaksinasi Ribuan Pengungsi Rohingya

REPUBLIKA.CO.ID,DHAKA -- Bangladesh mulai memvaksinasi ribuan Muslim Rohingya di kamp-kamp pengungsi di Cox's Bazar pada Selasa (10/8). Langkah itu dilakukan di tengah lonjakan infeksi Covid-19 diBangladesh.

Sekitar 48.000 Rohingya berusia 55 tahun ke atas akan mendapatkan suntikan vaksin antara Selasa hingga Kamis (12/8). Kepala pejabat kesehatan di distrik Cox's Bazar Mahbubur Rahman mengatakan, vaksinasi tersebut dapat dilakukan dengan bantuan badan-badan PBB.

"Ini baru permulaan. Semua orang dewasa Rohingya akan divaksinasi secara bertahap," kata Rahman.

Pengungsi Rohingya mendapatkan vaksinasi untuk Covid-19 merasa lebih aman. "Kami merasa sangat baik. Kami hanya berharap semua orang akan mendapatkan vaksin," kata Sakhina Khatun, setelah dia dan suaminya yang berusia 65 tahun divaksinasi.

Sebaliknya, para pejabat di negara bagian Rakhine Myanmar mengatakan, saat ini tidak ada rencana untuk memvaksinasi Rohingya yang tinggal di sana. Padahal, pekerja bantuan telah lama memperingatkan potensi bencana kemanusiaan jika ada wabah yang signifikan di kamp-kamp pengungsi distrik perbatasan. Lebih dari satu juta orang Rohingya yang melarikan diri dari penumpasan militer brutal di negara tetangga Myanmar menempatkan wilayah itu sebagai tempat perlindungan.

"Orang-orang di kamp-kamp ini hidup dalam bayang-bayang kesenjangan vaksin global. Vaksinasi luas sangat penting untuk menahan virus mematikan ini," kata Kepala Federasi Internasional Cox's Bazar Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Hrusikesh Harichandan.

"Kami membutuhkan upaya bersama oleh lembaga nasional dan organisasi internasional untuk membantu memvaksinasi semua orang dewasa di kamp," ujar Harichandan.

Ada peningkatan infeksi Covid-19 baru-baru ini di kamp-kamp Rohingya dengan sekitar 20.000 kasus dan 200 kematian tercatat di antara para pengungsi sejak pandemi meletus tahun lalu. Bangladesh telah berjuang melawan lonjakan infeksi dan kematian yang mengkhawatirkan dalam beberapa pekan terakhir, mencatat lebih dari 1,36 juta orang terinfeksi dan 22.897 kematian.

Artikel Asli