Venice Larang Kapal Pesiar di Laguna

republika | Global | Published at 02/08/2021 10:31
Venice Larang Kapal Pesiar di Laguna

REPUBLIKA.CO.ID, VENICE -- Ketika kapal pesiar pertama sejak awal pandemi berlayar melalui laguna Venesia bulan lalu, ratusan orang berunjuk rasa di darat dan perahu kecil di atas air sebagai protes. Beberapa pekan kemudian, pemerintah tampaknya mendengarkan.

Pemerintah Venesia mengumumkan untuk mempertahankan ekosistem dan warisan wilayah itu, kapal pesiar akan dilarang dari laguna mulai 1 Agustus. Langkah itu mengakhiri keraguan politik selama bertahun-tahun dan menempatkan tuntutan penduduk serta badan budaya di atas pekerja pelabuhan dan industri pariwisata.

"Bagi kami ini adalah kemenangan besar. Banyak yang membandingkan kita dengan David melawan Goliat," kata anggota kelompok kampanye 'No Grandi Navi' (Tidak Ada Kapal Besar), Tommaso Cacciari.

Jane da Mosto dari kelompok 'We are here Venice' yang berfokus pada proyek-proyek lingkungan dan sosial menyambut baik larangan kapal pesiar. Meskipun dia khawatir itu bukan solusi jangka panjang.

Juru kampanye khawatir tentang polusi dan erosi di kota yang sudah dalam bahaya akibat naiknya air laut. Para pekerja pelabuhan yang terkena karantina selama berbulan-bulan juga khawatir akan mata pencaharian.

"Itu adalah pukulan yang sangat besar, saya merasa tidak enak," kata Antonio Velleca, yang telah bekerja untuk koperasi penanganan bagasi untuk kapal pesiar di Venesia selama 15 tahun.

Velleca merasa telah kehilangan kepastian kehidupnya. Kekhawatiran ini muncul akibat kapal dengan berat lebih dari 25.000 ton akan dilarang masuk ke Kanal Giudecca yang dangkal yang mengarah melewati Piazza San Marco, landmark kota yang paling terkenal. Kapal pesiar biasanya memiliki berat setidaknya empat kali lipat.

Masa depan tetap tidak pasti. Roma telah meloloskan undang-undang berkali-kali di masa lalu untuk membatasi akses kapal ke Venesia. Hanya saja titik dok alternatif belum siap.

Pemerintah ingin mempercepat stasiun dok di pelabuhan industri Marghera di dekatnya. Namun, hingga kini tidak ada tanda-tanda ini akan segera selesai.

Selain itu, direktur pelaksana grup Bassani yang menyediakan layanan pelabuhan dan pariwisata, Filippo Olivetti, mengatakan Venesia tidak dapat bertahan tanpa kapal pesiar. "Ini hanya gila untuk sebuah pelabuhan dan daerah yang menghasilkan kekayaannya pada kegiatan pelabuhan, lalu lintas maritim. Mereka akan menjadi sedikit lebih dari sebuah marina kecil," katanya.

Artikel Asli