Mantan Menteri Termuda Malaysia Kepentok Korupsi

rm.id | Global | Published at 22/07/2021 13:33
Mantan Menteri Termuda Malaysia Kepentok Korupsi

Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga Malaysia, Syed Saddiq, didakwa korupsi karena dituduh menyalahgunakan dana partai berkuasa Pribumi Bersatu (Bersatu) sebesar 1 juta ringgit atau setara Rp 3,4 juta. Dia juga didakwa menyalahgunakan 120 ribu ringgit (Rp 411 juta) uang sumbangan untuk kampanye pemilihan umum ke-14.

Politisi yang menjabat sebagai anggota parlemen Muar Malaysia tersebut didakwa pada Kamis (22/7) di pengadilan Kuala Lumpur. Untuk dakwaan pertama, Syed Saddiq (29) yang saat itu menjabat sebagai kepala sayap pemuda partai Bersatu, dituduh melakukan pelanggaran pidana karena menarik 1 juta ringgit Malaysia melalui cek tanpa persetujuan dewan tertinggi Bersatu. Dia diduga telah melakukan tindakan itu pada 6 Maret 2020.

Dakwaan berdasarkan 405 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tidak lebih dari 10 tahun, cambuk dan denda. Tuntutan dilakukan direktur senior di divisi hukum dan penuntutan Anti Korupsi Malaysia (MACC) Faridz Gohim Abdullah dan wakil jaksa penuntut umum Muhammad Asraf Mohamed Tahir dan Mohd Afif Ali.

Dilansir The Star , Syed Saddiq mengaku tidak bersalah di hadapan hakim Azura Alwi. Hakim memerintahkan Syed Saddiq untuk menyerahkan paspornya dan melapor ke kantor MACC setiap bulan. Sidang Syed Saddiq akan dilanjutkan pada 10 September nanti.

Syed Saddiq berlaga dalam pemilihan umum 2018 sebagai calon dari partai Bersatu, yang saat itu dipimpin oleh Dr Mahathir Mohamad. Ia menjadi menteri federal termuda saat diangkat menjadi menteri pemuda dan olahraga di bawah pemerintahan Pakatan Harapan (PH).

Menyusul keluarnya Bersatu dari PH, Syed Saddiq dipecat partai tersebut pada Mei 2020 bersama dengan Dr Mahathir dan beberapa anggota parlemen. Dia kemudian ikut mendirikan partai berbasis pemuda pertama Malaysia, Aliansi Demokratik Bersatu Malaysia (MUDA).

Bersatu kemudian bergabung dengan partai politik lain termasuk Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) untuk membentuk pemerintahan Perikatan Nasional. Presiden Bersatu Muhyiddin Yassin adalah perdana menteri Malaysia saat ini.

Dengan mengenakan setelan jas hitam dan kaos polo putih lengkap dengan masker, Syed mendatangi pengadilan didampingi tim pengacara dan sejumlah politikus oposisi pendukungnya. Sehari sebelum sidang, Syed mengunggah kicauan di Twitter berisikan bantahan atas tuduhan korupsi tersebut. Menurutnya, tuduhan korupsi ini berbau politik.

"Kebenaran akan selalu menang. Pada saat-saat seperti inilah saya diingatkan mengapa saya terjun ke politik," cuit Syed Saddiq.

Syed Saddiq mengaku telah mendapat ancaman ketika ingin bergabung dengan koalisi oposisi pemerintah, Perikatan Nasional.

Komisi Anti-Korupsi Malaysia mulai melakukan penyelidikan sejak Juni 2020 lalu setelah Syed melaporkan uang tunai miliknya sebesar 25 ribu ringgit (Rp 86 juta) hilang. Syed mengklaim bahwa uang tunai yang tersimpan di rumahnya di Petaling Jaya adalah milik dia dan orang tuanya.[ DAY ]

Artikel Asli