India Catat Kasus Pertama Kematian Manusia akibat Virus Flu Burung

sindonews | Global | Published at 22/07/2021 14:01
India Catat Kasus Pertama Kematian Manusia akibat Virus Flu Burung

NEW DELHI - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dari negara bagian Haryana, India , meninggal karena virus flu burung dari jenis H5N1.

Ini menjadi kematian pertama akibat flu burung di negara itu, berdasarkan pernyataan resmi pemerintah India.

Bocah itu meninggal karena disfungsi multi-organ pada 12 Juli, di All-India Institute of Medical Sciences (AIIMS), New Delhi, tempat dia dirawat sejak 2 Juli.

Pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan India menyebutkan kasus tersebut telah dilaporkan ke Dinas Peternakan, dan tim ahli sedang melakukan pengkajian epidemiologi di AIIMS.

Tim dokter dan perawat yang merawat pasien itu telah dipantau sejak 16 Juli untuk perkembangan penyakit seperti influenza. "Pihak berwenang telah meluncurkan pelacakan kontak," ungkap pernyataan pemerintah India itu.

"Sejauh ini, tidak ada kontak dekat yang dilaporkan bergejala. Tidak ada individu yang bergejala di daerah tersebut saat ini," papar Kementerian Kesehatan.

Di Haryana, negara bagian asal bocah itu di utara India, Departemen Peternakan belum menemukan kasus flu burung dan telah meningkatkan pengawasan di zona 10 km sebagai tindakan pencegahan.

Selanjutnya, penyelidikan epidemiologi oleh Pusat Nasional Pengendalian Penyakit, yang melibatkan departemen peternakan dan unit pengawasan pemerintah negara bagian, sedang berlangsung dan tindakan kesehatan masyarakat yang tepat telah diterapkan.

Apa itu flu burung? Flu burung atau flu unggas adalah penyakit yang disebabkan virus flu burung Tipe A yang ditemukan secara alami pada unggas liar di dunia.

Virus ini dapat menginfeksi unggas domestik termasuk ayam, bebek, kalkun dan ada laporan infeksi H5N1 di antara babi, kucing, dan bahkan harimau di kebun binatang Thailand.

India telah menyaksikan lebih dari setengah lusin wabah flu burung pada unggas dalam dua dekade terakhir, yang semuanya dikendalikan, tanpa ada kasus manusia yang dilaporkan di negara itu sebelumnya.

Ketua AIIMS Dr Randeep Guleria mengatakan kepada Press Trust of India (PTI) bahwa penularan virus H5N1 dari manusia ke manusia sangat jarang dan tidak perlu panik.

"Penularan virus dari unggas ke manusia jarang terjadi dan penularan virus H5N1 dari manusia ke manusia yang berkelanjutan belum dapat dipastikan dan oleh karena itu tidak perlu panik. Tetapi kemudian orang yang bekerja sama dengan unggas harus mengambil tindakan pencegahan dan menjaga kebersihan pribadi yang tepat," ungkap dia.

Artikel Asli