Banjir dan Longsor Landa Tiongkok Tengah

koran-jakarta.com | Global | Published at 22/07/2021 05:42
Banjir dan Longsor Landa Tiongkok Tengah

BEIJING - Sedikitnya 25 orang tewas setelah hujan lebat menyebabkan tanah longsor dan banjir di sebuah kota di Tiongkok tengah. Banjir terjadi setelah tanggul sungai jebol setelah terjadi hujan deras di Provinsi Henan.

"Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menggambarkan situasi bencana di negaranya ini sangat parah dan langkah-langkah pengendalian banjir memasuki tahap kritis," lapor media pemerintah pada Rabu (21/7).

Pejabat pemerintah setempat mengatakan bahwa sekitar 200.000 penduduk dievakuasi di Kota Zhengzhou dan pasukan tentara telah dikerahkan untuk memimpin upaya penyelamatan di kota berpenduduk lebih dari 10 juta orang yang mengalami curah hujan setara dengan rata-rata hujan selama satu tahun hanya dalam tiga hari.

Curah hujan di wilayah itu adalah yang tertinggi sejak pencatatan dimulai 60 tahun lalu. Hujan badai juga dilaporkan telah menenggelamkan jaringan kereta bawah tanah (metro) Zhengzhou pada Selasa (20/7) malam, hingga menewaskan 12 orang dan melukai lima orang, "Ada ratusan orang diselamatkan dari kereta bawah tanah," lapor pejabat kota setempat.

Gambar-gambar menegangkan yang dibagikan di media sosial menunjukkan penumpang yang terkejut berupaya menyelamatkan diri seiring dengan naiknya air dengan cepat di dalam gerbong kereta. "Tim penyelamat harus memotong atap gerbong untuk menarik orang ke tempat yang aman," lapor media setempat.

Sementara itu kantor berita Xinhua melaporkan sedikitnya ada empat orang tewas di dekat Kota Gongyi di mana rumah-rumah dan tembok-tembok runtuh. "Curah hujan telah menyebabkan banyak tanah longsor," lapor Xinhua .

Peringatan Bahaya

Terkait bencana alam di Provinsi Henan ini, pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan bahaya tingkat tertinggi apalagi banjir terus melanda wilayah tersebut dan tanah longsor menghalangi banyak jalan.

Situasi bencana ini makin genting setelah sebelumnya tentara melaporkan bahwa bendungan Yihetan yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Kota Zhengzhou terancam jebol. Namun kemudian dilaporkan bahwa situasi bendungan itu telah aman setelah tentara melakukan peledakan untuk membuka pengalihan air banjir.

Namun semua langkah itu belum menjamin masalah berakhir karena kemudian tentara dikerahkan ke sungai lain di dekatnya untuk memperkuat tanggul dengan karung pasir saat banjir menyebar ke seluruh Henan dan peringatan lain telah dikeluarkan untuk mengantisipasi jebolnya bendungan lain.

"Beberapa waduk mengalami jebol dan jika tak ditanggulangi akan bisa menyebabkan korban luka dan hilangnya nyawa serta kerusakan properti," kata Presiden Xi.

Banjir tahunan selama musim hujan di Tiongkok memang kerap menyebabkan kekacauan dan menghanyutkan jalan, tanaman, dan rumah. Tetapi ancaman itu kian memburuk selama beberapa dekade terakhir sebagian karena pembangunan bendungan dan tanggul yang meluas yang telah memutuskan hubungan antara sungai dan danau yang berdekatan.

Selain itu para ilmuwan mengatakan perubahan iklim juga memperburuk banjir di seluruh dunia, di samping terjadinya pola cuaca ekstrem lainnya. AFP/I-1

Artikel Asli